

Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka semakin menebar ancaman. Hingga minggu kedua Januari 2019, tercatat 40 kasus, dan 1 orang meninggal dunia.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terlihat sekali adanya peningkatan. Minggu kedua Januari 2021, tercatat hanya 31 kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun terjadi peningkatan kasus, bahkan sudah ada yang meninggal, namun status DBD di Kabupaten Sikka belum masuk ke level kejadian luar biasa (KLB).
Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Dokter Clara Francis meyakini jumlah kasus DBD bisa ditekan, jika warga masyarakat Kabupaten Sikka melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara intensif dan maksimal.
“Jaga kebersihan lingkungan, dan mohon rutin memberantas sarang nyamuk,” pesan Clara Francis.
Dari 40 kasus DBD per hari ini, data menunjukkan 35 kasus dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, sedangkan 5 kasus lain mendapatkan perawatan pada fasilitas kesehatan lainnya.
Berdasarkan kategori usia, 40 kasus DBD di Kabupaten Sikka didominasi anak usia sekolah, yakni 23 kasus pada usia 5-15 tahun.
Sementara 11 kasus dialami kelompok usia di atas 15 tahun. Kelompok usia 1-4 tahun saat ini tercatat 6 kasus. DBD belum menyerang kelompok usia di bawah 1 tahun.
Clara Francis terus mengingatkan warga masyarakat untuk tetap waspada. Bagi orang tua yang mengetahui anaknya mengalami gejala panas, dia mengimbau agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan.*** (eny)















