DBD di Sikka, 40 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 13 Januari 2022 - 19:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyamuk aedes aegypti

Nyamuk aedes aegypti

Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka semakin menebar ancaman. Hingga minggu kedua Januari 2019, tercatat 40 kasus, dan 1 orang meninggal dunia.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terlihat sekali adanya peningkatan. Minggu kedua Januari 2021, tercatat hanya 31 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun terjadi peningkatan kasus, bahkan sudah ada yang meninggal, namun status DBD di Kabupaten Sikka belum masuk ke level kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga :  10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Dokter Clara Francis meyakini jumlah kasus DBD bisa ditekan, jika warga masyarakat Kabupaten Sikka melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara intensif dan maksimal.

“Jaga kebersihan lingkungan, dan mohon rutin memberantas sarang nyamuk,” pesan Clara Francis.

Dari 40 kasus DBD per hari ini, data menunjukkan 35 kasus dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, sedangkan 5 kasus lain mendapatkan perawatan pada fasilitas kesehatan lainnya.

Berdasarkan kategori usia, 40 kasus DBD di Kabupaten Sikka didominasi anak usia sekolah, yakni 23 kasus pada usia 5-15 tahun.

Baca Juga :  Bangunan SDN Wolomoni di Niawula Ende Digusur Paksa, Jadikan Koperasi Desa Merah Putih, Satgas FP NTT Nasional Kecam Keras!

Sementara 11 kasus dialami kelompok usia di atas 15 tahun. Kelompok usia 1-4 tahun saat ini tercatat 6 kasus. DBD belum menyerang kelompok usia di bawah 1 tahun.

Clara Francis terus mengingatkan warga masyarakat untuk tetap waspada. Bagi orang tua yang mengetahui anaknya mengalami gejala panas, dia mengimbau agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA