

Maumere-SuaraSikka.com: Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Sikka menyoroti sejumlah persoalan mendasar di daerah itu.
Sikap politik ini disampaikan secara terbuka, Sabtu (15/1), bertepatan dengan ulang tahun ke-23 partai besutan Yussuf Solichien, seorang purnawirawan TNI AL berpangkat Mayor Jenderal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada tiga persoalan yang menjadi sorotan PKP Sikka, yakni pengelolaan Pasar Senja Wuring, pengelolaan Pasar Alok, dan bantuan operasional kesehatan (BOK).
Wakil Ketua Bidang Kewilayahan Faustinus Vasko menyinggung pembatasan aktifitas jual beli pada Pasar Senja Wuring berdasarkan Surat Bupati Sikka Nomor BEkon.500/138/X11/2021 tertanggal 30 Desember 2021.
Menurut dia, aktifitas yang diberlakukan mulai jam 19.00 Wita sejak 7 Januari 2022 lalu, sangat berdampak pada merosotnya tingkat jual beli.
“Kebijakan ini sangat kontras, apalagi di tengah upaya pemerintah sedang giat mendengungkan pemulihan ekonomi,” ujar dia.
Menyoal Pasar Alok, mantan anggota DPRD Sikka itu mengkritisi pengelolaan parkir dan penggunaan Aplikasi Dwuit dan Smart Card, yang disebut-sebut sebagai kerja sama yang saling menguntungkan.
“Ini akan membingungkan publik dan pengguna pasar. Bagaimana dengan retribusi pasar? Bagaimana dengan pas masuk bagi kendaraan? Bagaimana dengan manajemen pengelolaan sampah? Bagaimana dengan pengguna pasar khusus pedagang dari Pasar Wuring yang mendapat tempat dan lapak di Pasar Alok? Apakah kondisi ini nantinya berpengaruh pada capaian pendapatan dan kontribusi bagi PAD?” tanya dia.
PKP juga menyentil hangusnya dana BOK Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 17.284.063.312. Kondisi ini, kata Faustinus Vasko, berdampak pada tenaga kerja sukarela (TKS) yang tersebar pada 25 Puskesmas di Kabupaten Sikka.
Dia kuatir para TKS bakal tidak akan menerima insentif selama 6 bulan terhitung dari Juli hingga Desember 2021.

Ketua PKP Sikka Heldigardis Sunur menegaskan PKP senantiasa mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang berdampak kepada kepentingan masyarakat banyak di daerah itu.
Dalam konteks tersebut, lanjut dia, PKP tidak segan-segan memberikan kritik konstruktif kepada pemerintah jika kebijakan-kebijakan tidak berpihak kepada masyarakat.
“Banyak sekali masalah di sini. Kami fokus dulu pada tiga hal ini,” kata dia.
Fungsionaris PKP Sikka memperingati ulang tahun ke-23 PKP dengan suasana yang sederhana di Central Cafe, Sabtu (15/1).
Sambil mengikuti zoom meeting dari
Auditorium North Jakarta Intercultural School Kelapa Gading Jakarta Utara, fungsionaris PKP membahas sejumlah persoalan menjadi hak-hak dasar masyarakat di daerah itu.*** (eny)















