
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus oknum TNI-AD di Kabupaten Sikka memukul warga adat, Selasa (18/1), akhirnya berujung damai. Korban dan pelaku berdamai di Makodim di depan Dandim Sikka dan keluarga korban.
Meskipun berdamai, Dandim Sikka Letkol Inf Muhammad Jafar akan menerapkan tindakan disiplin terhadap Sertu Portasius, oknum pelaku dalam kasus pemukulan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara korban Yosef Felix bersama keluarga akan melanjutkan perdamaian ini secara adat. Upacara adat untuk perdamaian dijadwalkan kemudian.

Dandim Sikka mengatakan sebelum perdamaian pihaknya secara institusi dan pribadi telah menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa pemukulan yang dilakukan anggotanya.
“Korban dan keluarga dengan besar hati memaafkan pelaku. Korban juga meminta maaf atas peristiwa tadi siang,” jelas dia kepada wartawan di Makodim Sikka.
Dia menambahkan pelaku dan korban saling memaafkan dan mengakui peristiwa tersebut akibat keduanya sama-sama tidak bisa mengendalikan emosi.

Yosef Felix yang ditanya wartawan memastikan kasus pemukulan yang dialaminya telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Semua sudah selesai. Kami sudah saling memaafkan,” ungkap Yosef Felix.
Kasianus Adeodatus, orang tua wali korban, ikut hadir dalam proses perdamaian. Dia mengatakan nenek moyang mereka telah mengajarkan agar semua persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang santun dan terhormat.
Di depan Dandim Sikka, keluarga korban, kuasa hukum korban, serta anggota Kodim Sikka, pelaku dan korban saling berpelukan dan berjabat tangan sebagai simbol perdamaian.

Dandim Sikka mengingatkan anggotanya untuk selalu bertindak humanis kepada warga masyarakat. Dia menegaskan peristiwa siang tadi tidak boleh terjadi lagi.
Sebagaimana diberitakan, oknum aparat keamanan dari TNI-AD memukul seorang warga adat di Dusun Lodong Desa Runut Kecamatan Waigete. Peristiwa ini terjadi menyusul sikap penolakan warga atas pemasangan pilar di lokasi HGU Nangahale.*** (eny)















