Banjir di Masabewa, Warga Terpaksa Gotong Roda Dua

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 19 Januari 2022 - 16:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Masabewa evakuasi kendaraan roda dua, Rabu (19/1)

Warga Desa Masabewa evakuasi kendaraan roda dua, Rabu (19/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Cuaca ekstrim mengakibatkan banjir besar di Desa Masabewa Kecamatan Paga Kabupaten Sikka, Rabu (19/1). Warga terpaksa menyeberangi kendaraan roda dua dengan cara menggotong ramai-ramai.

Banjir terjadi di Kali Mase, menyusul hujan deras di sekitar daerah itu beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali Mase ini menjadi jalur transportasi darat penghubung beberapa desa, termasuk akses ke Kecamatan Tanawawo.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Akibat banjir besar di kali itu, akses transportasi pun terganggu. Kendaraan roda dua tidak bisa lagi melintasi kali, sehingga harus dievakuasi dengan digotong warga setempat.

Sejauh ini belum diketahui dampak lain dari banjir di Masabewa. Kepala BPBD Sikka Yohanes Laba belum berhasil dihubungi. Demikian pun Kepala Desa Masabewa masih sulit dihubungi.

Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Kepala Seksi Logistik BPBD Sikka Emanuel Sadipun memastikan beberapa personil dari institusi ini sudah berada di lokasi.

“Tim sudah turun ke lokasi, belum ada laporan,” jelas dia.

Media ini mendapat informasi cuaca ekstrim juga mengakibatkan banjir pada sejumlah sungai di wilayah Mego, Paga, dan Tanawawo.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA