
Maumere-SuaraSikka.com: Warga Desa Wolowiro di Kecamatan Paga menginisiasi perbaikan jembatan yang jebol di Dusun Kangarusa. Mereka mengeluarkan uang pribadi dari kantong sendiri.
Inisiasi ini dimotori Blasius Woda, salah seorang anggota BPD setempat. Perkerjaan perbaikan dengan material lokal, dilaksanakan Jumat (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Blasius Woda datang ke lokasi jembatan jebol dengan mengenderai sebuah pikup berwarna hitam. Dia membawa serta beberapa batang bambu.
Setelah itu dengan pikup yang sama, dia membawa lagi beberapa batang pohon, dengan pelengkap pendukung lain seperti beberapa batang balok, paku, dan alat-alat kerja.
“Kami perbaiki seadanya saja, yang penting kendaraan roda dua bisa lewat,” ujar dia.

Dia mengatakan seluruh biaya perbaikan darurat murni swadaya masyarakat. Ketika disinggung anggaran desa untuk biaya perbaikan, dia tidak menanggapi.
Blasius Woda menambahkan selain agar roda dua bisa lewat, inisiasi kerja darurat ini juga untuk mempertimbangkan jika terjadi lagi banjir besar di sungai.
Menurut dia, jika banjir besar praktis anak-anak sekolah tidak bisa menyeberangi sungai. Akibatnya kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa saja terhenti sama sekali.
Tampak warga masyarakat sekitar 10-15 orang memanfaatkan bahan-bahan lokal membuat jalan darurat pada bekas patahan jembatan.
Pekerjaan darurat dilaksanakan setelah warga lain dan sejumlah guru SMPN 1 Paga gotong-royong membuat jalan alternatif di kali. Kerja gotong-royong ini dipimpin langsung Penjabat Kepala Desa
Wolowiro Yohanes Berchmans Dede.

Jembatan di Dusun Kangarusa jebol, Rabu (19/1), setelah banjir besar menerjang sungai.
Bencana ini membuat KBM SMPN 1 Paga terganggu. Begitu juga akan berdampak pada objek wisata Pantai Koka.
SMPN 1 Paga letaknya kurang lebih 50 meter dari jembatan yang jebol. Sedangkan Pantai Koka sekitar 1 kilometer jauhnya.
Sebanyak 220 pelajar di sekolah itu terpaksa melintas hutan dan menyeberangi sungai demi mengikuti KBM.*** (eny)















