2022 Sikka Bebas Stunting, Ternyata Hanya Lip Service

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 28 Maret 2022 - 16:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 50 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak stunting dalam wilayah Puskesmas Kota, foto Desember 2020 lalu

Anak-anak stunting dalam wilayah Puskesmas Kota, foto Desember 2020 lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka bebas stunting tahun 2022, ternyata hanya lip service semata. Buktinya kasus stunting masih saja ada. Data Pebruari 2022 menunjukkan sebanyak 3.984 kasus.

Kampanye 2022 Sikka bebas stunting  disampaikan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada 2 tahun lalu, tepatnya 7 Agustus 2019. Saat itu dia memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) di Aula Hotel Go yang diinisiasi Kementerian Kominfo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mencapai target 2022 Sikka bebas stunting, Bupati Sikka menyebut lima langkah mendasar, yakni komitmen, kampanye, kompetensi program, akses pangan bergizi, dan monitoring. Dia berharap lagkah-langkah itu harus dilakukan secara serius.

“Kalau Bupati sudah mau, ya jadi. Tapi kalau Bupati ogah-ogahan, ya tidak jadi. Nah Bupati sudah berkomitmen, sekarang tinggal bagaimana kerja bawahan saja. Jangan malu kampanye, ke mana-mana harus bicara tentang stunting,” ujar dia waktu itu

Kala itu Bupati Sikka mengatakan akan menggerakkan pencegahan stunting secara menyeluruh dari tingkat desa. Termasuk akan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka untuk melakukan kampanye.

Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Target 2022 Sikka bebas stunting, ternyata berbeda pandangan dari Coltildis Gandut, Ketua Persatuan Ahli Gizi Kabupaten Sikka. Dia menyebut sulit mencapai target tersebut.

“Saya tidak bisa memastikan (2022 bebas stunting), tapi cukup sulit. Untuk 1000 hari petama, pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping kadang sangat terkendala karena perilaku. Mengubah perilaku, inilah yang sulit,” terang Coltildis Gandut kala itu kepada sejumlah wartawan di Aula Hotel Go Maumere.

Coltildis Gandut, yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan akhirnya menjadi tumbal. Tidak lama berselang, dia “dilempar” sebagai Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan

Kegiatan Musrenbang Tematik atau.Rembuk Stunting di Gedung Sikka Convention Center, Senin (28/3)

Rembuk Stunting
Pernyataan Coltildis Gandut, sebagai orang yang ahli di bidangnya, ternyata tidak salah. Sikka bebas stunting tahun 2022 tidak bisa direalisir.

Prevalensi stunting masih tinggi. Tahun 2020 prevalensi stunting tercatat 19,6 persen, lalu tahun 2021 sebesar 18,2 persen, dan hingga Pebruari  2022 mencapai 17,2 persen.

Data ini menunjukkan prevalensi stunting menurun selama 3 tahun berturut-turut, tapi tidak signifikan.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Menyikapi kasus stunting yang belum sama sekali hilang, Pemkab Sikka kemudian menggelar kegiatan Musrenbang Tematik atau Rembuk Stunting pada Senin (28/3) di Gedung Sikka Convention Center.

Sejumlah peserta Rembuk.Stunting

Rembuk Stunting ini melibatkan pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa dan lurah. Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga hadir pada kegiatan ini.

Dalam kesempatan membuka kegiatan Rembuk Stunting, Bupati Sikka menyinggung perlu adanya intervensi yang dilakukan secara luar biasa untuk menurunkan angka stunting.

Bupati Sikka memastikan akan melakukan aksi nyata selama 180 hari, terhitung sejak 1 April 2022 mendatang. Aksi nyata yang akan dilakukan yakni pemberian makanan tambahan kepada balita stunting di semua desa dan kelurahan.

“Semua anak harus diberi makan setiap hari berturut-turut. Dengan demikian berat badan mereka akan naik, dan angka stunting pasti turun,” ujar Bupati Sikka.

Aksi nyata ini, kata Bupati Sikka, menjadi tanggung jawab mutlak pimpinan wilayah yakni Camat, Lurah dan Kepala Desa.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA