

Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Desa Tuwa di Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka Fernandes Yandayani Wula menaruh perhatian besar kepada aspek ketahananan pangan.
Tidak tanggung-tanggung, untuk optimalisasi program ketahanan pangan, dia menganggarkan 20 persen dari alokasi dana desa (ADD) tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alokasi Dana Desa Tuwa untuk tahun ini sebesar Rp 1.030.732.000. Sesuai perhitungan, 20 persen yang dianggarkan untuk ketahanan pangan yakni sebesar Rp 206.000.000.
Distribusi anggaran 20 persen bagi program ketahanan pangan, menunjukkan kepatuhan Kepala Desa Tuwa kepada Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022.
Pada Pasal 5 disebutkan dana desa penggunaannya antara lain untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 persen.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam sebuah kesempatan menegaskan pemanfaatan ADD yakni 40 persen untuk BLT, dan 60 persen untuk program pemberdayaan masyarakat desa.
Dari alokasi 60 persen, rinciannya yakni 20 persen untuk ketahanan pangan dan hewani, 8 persen untuk mendukung kegiatan penanganan Covid-19 seperti percepatan dan sosialisasi vaksinasi dan 32 persen untuk program prioritas hasil musyawarah desa.

Musyawarah
Kebijakan anggaran 20 persen untuk ketahanan pangan disepakati dalam sebuah musyawarah di Kantor Desa Tuwa, Kamis (31/3).
Musyawarah dihadiri Ketua BPD Tuwa Lukas Lando, bersama Wakil Ketua BPD Tuwa Yansen Siking Bani, Sekretaris BPD Tuwa Egidius Sebastianus Seso, dan 2 anggota BPD Tuwa yakni Hendrikus Nggai dan Simon Sidi.
Selain itu hadir juga para Kepala Dusun, Ketua RW dan Ketua RT di Desa Tuwa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.
Momen ini dihadiri juga Alexander Bambang, staf pada Wahana Tani Mandiri, yang merupakan pendamping kelompok tani di Desa Tuwa.
Mestinya masih banyak unsur yang hadir dan terlibat dalam musyawarah, namun saat itu bersamaan dengan kegiatan lain di desa lain dalam Kecamatan Tanawawo.

Sasaran 14 Poktan
Musyawarah bersama di tingkat Desa Tuwa ini, menyemangati visi misi dan program kerja Kepala Desa Tuwa Periode 2017-2023.
Visi misi dan program kerja dimaksud tertuang dalam dokumen RPKMDes dan RKPDes. Secara teknis anggaran, penjabarannya antara lain terdapat pada APBDes Tahun 2022.
Pada APBDes 2022, direncanakan antara lain sejumlah program kegiatan ketahanan pangan seperti pengadaan ternak unggas dalam hal ini ayam kampung, lalu pengadaan kacang tanah, kacang ijo, dan berbagai macam jenis kentang.
Untuk penguatan program-program ketahanan pangan ini Kepala Desa Tuwa Fernandes Yandayani Wula mengusulkan anggaran Rp 206 juta, sejalan dengan amanat Pasal 5 PP Nomor 104 Tahun 2021.
Anggaran Rp 206 juta ini, nantinya akan menyasar kepada 14 kelompok tani di Desa Tuwa.
“Ini sekaligus memotivasi kelompok-kelompok tani di desa ini,” ungkap Kepala Desa Tuwa.
Secara teknis, kata dia, pelaksanaan program ketahanan pangan melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa.

Apresiasi
Visi misi Kepala Desa Tuwa terkait program ketahanan pangan dengan mengalokasikan anggaran 20 persen dari ADD mendapat apresiasi positip dari peserta musyawarah.
Kepala BPD Tuwa Lukas Lando menyebut program-program ketahanan pangan Kepala Desa Tuwa sangat membantu masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi paskah pandemi Covid-19 yang mendera masyarakat.
“Selain BLT, program-program ini sangat membantu,” ujar dia.
Sebagai mitra dalam pemerintahan desa, Lukas Lando mengakui masyarakat desa merasakan banyak manfaat dari visi misi dan program kerja Kepala Desa Tuwa.
Menurut dia, banyak program yang sudah berhasil dilaksanakan, baik dari yang tertuang pada RPJMdes maupun program kegiatan lain yang bersumber dari kabupaten.
“Sudah banyak perubahan yang terjadi di desa ini, antara lain karena perjuangan Kepala Desa dan komitmen bersama kita semua membangun desa ini,” ungkap dia.
Secara khusus Lukas Lando mengajak semua warga masyarakat Desa Tuwa bersama-sama bahu-membahu membangun daerah ini.*** (eny)















