



Maumere-SuaraSikka.com: Perumda Mawarani di bawah kepemimpinan direksi yang baru, kini berencana mengembangkan usaha bisnis selama tahun 2021 hingga 2025. Perusahaan daerah ini membutuhkan suntikan dana senilai Rp 25 miliar.
Direktur Utama Perumda Mawarani Yulianto Valentino Moan Dereng menyampaikan hal ini saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka, Rabu (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari DPRD Sikka,” demikian ujar mantan Komisioner KPU Sikka itu.

Direksi Perumda Mawarani bersama Dewan Pengawas berencana mengembangkan 7 program kegiatan yang tersebar pada Bidang SPBU, Bidang Leveransial, serta Bidang Perdagangan dan Industri.
Terdapat 5 program pada Bidang SPBU, dengan biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 13.246.975.557.
Adapun rinciannya adalah Penataan dan Revitalisasi SPBU 03 sebesar Rp 2.484.890.426, Pembangunan SPBU Baru di Nangahale sebesar Rp 6.174.325.995, dan Pembangunan SPBU BBM Satu Harga di Kojadoi sebesar Rp 3.267.761.226,4.
Lalu Pembangunan 1 Unit Pertashop sebesar Rp 1.198.007.909,6, dan Pembangunan 1 Unit Sub Penyalur BBM di Palue sebesar Rp 121.990.000.
Pada Bidang Leveransial dengan program Pengelolaan ATK sebesar Rp 1.752.954.443. Dan pada Bidang Perdagangan dan Industri yakni program Pengelolaan Pasar Maumere dan Pasar Alok sebesar Rp 10 miliar.
Pada RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri, Direktur Utama Perumda Mawarani membeberkan berbagai alasan dan pertimbangan merencanakan program-progran tersebut.
Setidaknya terdapat 4 alasan penting yang dikemukakan Yanto Dereng yaitu meningkatkan pelayanan operasional perusahaan, meningkatkan pendapatan perusahaan, mengoptimalkan modal kerja, dan mengembangkan usaha ke depan.
DPRD Sikka mengapresiasi bisnis plan Perumda Mawarani. Namun demikian, lembaga legislatif tersebut belum memberikan sikap politik.
Anggota Fraksi PKB Simon Subandi Supriadi misalnya, mengusulkan Perumda Mawarani mengambil alih Chosik yang selama ini dikembangkan Bapelitbang.
Dia juga mendorong Perumda Mawarani bergiat dalam bisnis jual beli hasil bumi.
Simon Subandi Supriadi berharap Perumda Mawarani lebih fokus menata SPBU yang ada sekarang ini, dan tidak setuju dengan rencana
pembangunan SPBU baru, pertashop, dan sub penyalur BBM.
Sebagaimana diketahui Perumda Mawarani memiliki 8 kegiatan usaha, yakni pariwisata, perkebunan, SPBU, leveransial, jasa pelaksana konstruksi, pertambangan, perdagangan dan industri, serta jasa ketenagakerjaan.
Delapan usaha kegiatan ini termuat pada Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Mawarani. Namun praktis yang dilaksanakan selama ini yakni pada bidang SPBU.*** (eny)


















