




Maumere-SuaraSikka.com: YW, mantan Kepala Desa Nele Urung di Kabupaten Sikka menikam Heribertus Erihans Daru, yang adalah iparnya sendiri. Korban akhirnya menghembuskan napas beberapa jam kemudian setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD TC Hillers Maumere.
Peristiwa penikaman tersebut terjadi pada Selasa (10/5) sekitar pukul 18.30 Wita di rumah korban di Bebeng RT/RW 029/005 Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (11/5) membenarkan peristiwa tersebut. Saat kini, kata dia, penyidik insentif melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi.
“Terduga pelaku sudah kami amankan tadi malam,” ujar dia.
Kasi Humas Polres Sikka Iptu Margono menjelaskan peristiwa penikaman diketahui setelah mendapat laporan dari Agustina Ani, warga RT/RW 028/005 Kelurahan Wolomarang.
Agustina Ani, pelapor yang juga saksi pada peristiwa ini, pada saat itu sedang berada di dalam rumahnya. Kemudian dia didatangi Lisa, seorang ibu rumah tangga, warga di tempat itu.
Lisa meminta Agustina Ani menyalakan lampu rumah bagian depan. Dia beralasan melihat terduga pelaku mengenakan helm berwarna merah, dan sambil membawa sebilah pisau berwarna putih.
Tidak lama berselang Agustina Ani melihat terduga pelaku berlari ke arah rumah korban. Saat itu korban sedang berdiri di depan pintu.
Iptu Margono menjelaskan pelapor melihat korban memegang dada sebelah kanan. Lalu muncul darah pada bagian dada korban.
“Menurut keterangan pelapor, terduga pelaku telah menikam korban dengan sebilah pisau,” terang Iptu Margono.
Penyidik Gali Motif
Iptu Margono mengatakan hingga kini belum diketahui motif terduga pelaku melakukan penikaman terhadap iparnya.
“Motif belum diketahui. Terduga pelaku masih belum mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Margono.
Dia mengatakan saat ini penyidik terus mengumpulkan bahan dan keterangan dari saksi-saksi untuk mendalami kasus tersebut, termasuk mengungkap motif penikaman.
Seorang saudari korban yang ditemui di Mapolres Sikka, Selasa (10/5) malam, mengatakan terduga pelaku mendatangi rumah korban untuk mencari istrinya yang diduga kabur dari rumahnya di Desa Nele Urung.
“Satu minggu lalu juga dia datang cari. Tapi memang istrinya tidak ada. Mungkin dia pikir kami keluarga ini sembunyi istrinya, sehingga dia lampiaskan ke saya punya saudara,” terang perempuan ini.
Menurut dia, terduga pelaku selalu bertindak kasar kepada istrinya. Dia menduga hal itulah yang membuat istrinya sering kabur dari rumah karena tidak tahan mengalami penganiayaan.
Tidak Ada Perlawanan
Setelah menikam korban, terduga pelaku langsung melarikan diri. Menurut Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, terduga pelaku sempat bersembunyi di wilayah Kecamatan Nita, kemudian kembali ke rumahnya.
Kasat Intel Polres Sikka Ipda Misbar bersama sejumlah anggota polisi akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku, dan langsung digelandang ke Mapolres Sikka.
“Dia tidak melakukan perlawanan,” terang Ipda Misbar.
Pantauan media ini, Selasa (10/5) malam, terduga pelaku sedang diambil keterangan di Ruang SPKT Polres Sikka. Informasi yang dihimpun media ini, terduga pelaku mengelak sebagai pelaku penikaman.
Setelah memberikan keterangan, terduga pelaku kemudian digiring ke Unit Reskrim Polres Sikka. Penyidik mengambil lagi keterangan dari terduga pelaku. Usai itu, dia dimasukkan ke dalam sel Mapolres Sikka.
Korban Meninggal
Heribertus Erihans Daru, 34 tahun, korban penikaman, malam itu langsung dibawa ke IGD RSUD TC Hillers Maumere. Dia mengalami lukas serius pada bagian dada sebelah kanan.
Dokter dan petugas medis bertindak cepat melakukan penanganan segera. Istri dan anak-anak korban yang dalam keadaan panik terus memberikan kekuatan kepada korban.
Namun korban akhirnya meninggal dunia pada Rabu (11/5) sekitar pukul 03.00 Wita. Jasadnya kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga.*** (eny)






















