Istri Kabur dari Rumah, Mantan Kades Nele Urung Tikam Ipar, Korban Meninggal Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 11 Mei 2022 - 17:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 64 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas

Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas

Maumere-SuaraSikka.com: YW, mantan Kepala Desa Nele Urung di Kabupaten Sikka  menikam Heribertus Erihans Daru, yang adalah iparnya sendiri. Korban akhirnya menghembuskan napas beberapa jam kemudian setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD TC Hillers Maumere.

Peristiwa penikaman tersebut terjadi pada Selasa (10/5) sekitar pukul 18.30 Wita di rumah korban di Bebeng RT/RW 029/005 Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (11/5) membenarkan peristiwa tersebut. Saat kini, kata dia, penyidik insentif melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi.

“Terduga pelaku sudah kami amankan tadi malam,” ujar dia.

Kasi Humas Polres Sikka Iptu Margono menjelaskan peristiwa penikaman diketahui setelah mendapat laporan dari Agustina Ani, warga RT/RW 028/005 Kelurahan  Wolomarang.

Agustina Ani, pelapor yang juga saksi pada peristiwa ini, pada saat itu sedang berada di dalam rumahnya. Kemudian dia didatangi Lisa, seorang ibu rumah tangga, warga di tempat itu.

Lisa meminta Agustina Ani menyalakan lampu rumah bagian depan. Dia beralasan melihat terduga pelaku mengenakan helm berwarna merah, dan sambil membawa sebilah pisau berwarna putih.

Tidak lama berselang Agustina Ani melihat terduga pelaku berlari ke arah rumah korban. Saat itu korban sedang berdiri di depan pintu.

Baca Juga :  Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Iptu Margono menjelaskan pelapor melihat korban memegang dada sebelah kanan. Lalu muncul darah pada bagian dada korban.

“Menurut keterangan pelapor, terduga pelaku telah menikam korban dengan sebilah pisau,” terang Iptu Margono.

Penyidik Gali Motif
Iptu Margono mengatakan hingga kini belum diketahui motif terduga pelaku melakukan penikaman terhadap iparnya.

“Motif belum diketahui. Terduga pelaku masih belum mengakui perbuatannya,” ujar Iptu Margono.

Dia mengatakan saat ini penyidik terus mengumpulkan bahan dan keterangan dari saksi-saksi untuk mendalami kasus tersebut, termasuk mengungkap motif penikaman.

Seorang saudari korban yang ditemui di Mapolres Sikka, Selasa (10/5) malam, mengatakan terduga pelaku mendatangi rumah korban untuk mencari istrinya yang diduga kabur dari rumahnya di Desa Nele Urung.

“Satu minggu lalu juga dia datang cari. Tapi memang istrinya tidak ada. Mungkin dia pikir kami keluarga ini sembunyi istrinya, sehingga dia lampiaskan ke saya punya saudara,” terang perempuan ini.

Menurut dia, terduga pelaku selalu bertindak kasar kepada istrinya. Dia menduga hal itulah yang membuat istrinya sering kabur dari rumah karena tidak tahan mengalami penganiayaan.

Tidak Ada Perlawanan
Setelah menikam korban, terduga pelaku langsung melarikan diri. Menurut Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, terduga pelaku sempat bersembunyi di wilayah Kecamatan Nita, kemudian kembali ke rumahnya.

Baca Juga :  Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kasat Intel Polres Sikka Ipda Misbar bersama sejumlah anggota polisi akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku, dan langsung digelandang ke Mapolres Sikka.

“Dia tidak melakukan perlawanan,” terang Ipda Misbar.

Pantauan media ini, Selasa (10/5) malam, terduga pelaku sedang diambil keterangan di Ruang SPKT Polres Sikka. Informasi yang dihimpun media ini, terduga pelaku mengelak sebagai pelaku penikaman.

Setelah memberikan keterangan, terduga pelaku kemudian digiring ke Unit Reskrim Polres Sikka. Penyidik mengambil lagi keterangan dari terduga pelaku. Usai itu, dia dimasukkan ke dalam sel Mapolres Sikka.

Korban Meninggal
Heribertus Erihans Daru, 34 tahun, korban penikaman, malam itu langsung dibawa ke IGD RSUD TC Hillers Maumere. Dia mengalami lukas serius pada bagian dada sebelah kanan.

Dokter dan petugas medis bertindak cepat melakukan penanganan segera. Istri dan anak-anak korban yang dalam keadaan panik terus memberikan kekuatan kepada korban.

Namun korban akhirnya meninggal dunia pada Rabu (11/5) sekitar pukul 03.00 Wita. Jasadnya kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA