

Maumere-SuaraSikka.com: Sudah dua minggu ini SPBU Mawarani di Kabupaten Sikka, ditutup. Beredar informasi, persoalannya karena gaji karyawan belum dibayar selama 6 bulan. Benarkah?
Pantauan media ini tiga hari terakhir, SPBU Mawarani yang terletak di Kelurahan Kota Uneng, dalam keadaan tertutup. Gerbang pagar ditutup rapat. Tidak terlihat aktifitas aktifitas apapun di dalam lokasi SPBU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian pun Senin (4/7) pagi tadi, gerbang masih dalam kondisi tertutup, padahal sudah pukul 10.11 Wita. Sama seperti hari- hari sebelumnya, tidak tampak aktifitas pada perusahaan milik pemeritah daerah ini.
Direktur Utama PD Mawarani Yulianto Valentino Moan Dereng yang dihubungi via telepon selular, Senin (4/7), membenarkan SPBU Mawarani sedang ditutup.
Dia beralasan SPBU tersebut sedang terlilit persoalan, karena mengalami kerusakan mesin. Mesin yang rusak, ssmentara ini tengah ditangani teknisi.
Dia membantah informasi yang menyebut ditutupnya SPBU karena faktor belum dibayarnya gaji karyawan selama 6 bulan.
“Mesin rusak, makanya ditutup. Tidak ada masalah dengan gaji karyawan,” bantah dia.
Yulianto Valentino Moan Dereng, mantan komisioner KPU Sikka itu, menjelaskan mesin yang ada ada pada SPBU Mawarani sudah berusia tua, sekitar 20 tahun. Akibatnya, kata dia, kalau terlalu beroperasi, mesin menjadi ngadat.
Dia menambahkan perlu ada peremajaan terhadap mesin-mesin di SPBU Mawarani. Untuk maksud itu, kata dia, pihaknya sudah mempresentasikan perencanaan bisnis kepada DPRD Sikka, termasuk di dalamnya peremajaan mesin.
Yulianto Valentino Moan Dereng belum bisa memastikan kapan SPBU Mawarani aktif kembali untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dia beralasan tergantung kepada kerja teknisi.*** (eny)















