Dua Minggu SPBU Mawarani Ditutup, Benarkah Gaji Karyawan Belum Dibayar 6 Bulan?

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 4 Juli 2022 - 12:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 71 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPBU Mawarani ditutup, kondisi Senin (4/7)

SPBU Mawarani ditutup, kondisi Senin (4/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Sudah dua minggu ini SPBU Mawarani di Kabupaten Sikka, ditutup. Beredar informasi, persoalannya karena gaji karyawan belum dibayar selama 6 bulan. Benarkah?

Pantauan media ini tiga hari terakhir, SPBU Mawarani yang terletak di Kelurahan Kota Uneng, dalam keadaan tertutup. Gerbang pagar ditutup rapat. Tidak terlihat aktifitas aktifitas apapun di dalam lokasi SPBU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian pun Senin (4/7) pagi tadi, gerbang masih dalam kondisi tertutup, padahal sudah pukul 10.11 Wita. Sama seperti hari- hari sebelumnya, tidak tampak aktifitas pada perusahaan milik pemeritah daerah ini.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Direktur Utama PD Mawarani Yulianto Valentino Moan Dereng yang dihubungi via telepon selular, Senin (4/7), membenarkan SPBU Mawarani sedang ditutup.

Dia beralasan SPBU tersebut sedang terlilit persoalan, karena mengalami kerusakan mesin. Mesin yang rusak, ssmentara ini tengah ditangani teknisi.

Dia membantah informasi yang menyebut ditutupnya SPBU karena faktor belum dibayarnya gaji karyawan selama 6 bulan.

“Mesin rusak, makanya ditutup. Tidak ada masalah dengan gaji karyawan,” bantah dia.

Yulianto Valentino Moan Dereng, mantan komisioner KPU Sikka itu, menjelaskan mesin yang ada ada pada SPBU Mawarani sudah berusia tua, sekitar 20 tahun. Akibatnya, kata dia, kalau terlalu beroperasi, mesin menjadi ngadat.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Dia menambahkan perlu ada peremajaan terhadap mesin-mesin di SPBU Mawarani. Untuk maksud itu, kata dia, pihaknya sudah mempresentasikan perencanaan bisnis kepada DPRD Sikka, termasuk di dalamnya peremajaan mesin.

Yulianto Valentino Moan Dereng belum bisa memastikan kapan SPBU Mawarani aktif kembali untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dia beralasan tergantung kepada kerja teknisi.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru