
Maumere-SuaraSikka.com: Pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Mego sama sekali tidak diperhatikan. Rakyat di wilayah ini pun mulai menagih janji Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Suara masyarakat Mego ini disampaikan melalui Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka saat pemandangan umum fraksi atas Pidato Pengantar tentang KUAPPAS TA 2023, Kamis pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fransiskus Bari, jurubicara Fraksi Partai Nasdem, menegaskan kepada pemerintah agar.memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Mego, Paga, Tanawawo, dan Magepanda.
“Terkhusus untuk Kecamatan Mego, keadaan jalan sangat memprihatinkan,” ujar dia.
Setidaknya terdapat 5 ruas jalan yang disebut Fraksi Partai Nasdem untuk menjadi perhatian pemerintah, yakni Lekebai-Wololangga, Sp Kaliwajo-Wololangga, Wolofeo-Sokoria, Suepoa-Detukopi, dan Liafua-Nabe.
Fransiskus Bari, wakil rakyat dari Kecamatan Mego ini mengatakan setiap tahun anggaran, tidak ada dana yang dialokasikan ke Kecamatan Mego untuk peningkatan ruas jalan dimaksud. Bahkan dana pinjaman daerah saja sama sekali tidak menyentuh 5 ruas jalan tersebut.
Padahal, kata dia, Sikka Fransiskus Roberto Diogo sering turun ke wilayah tersebut. Bahkan Bupati Sikka telah menebarkan janji, untuk dikerjakan paling lambat tahun ini, dari sumber dana apa saja yang masuk ke Kabupaten Sikka.
“Ternyata janji Saudara Bupati hanya slogan kosong untuk pencitraan Saudara Bupati saja,” kesan Fraksi Partai Nasdem.
Terhadap hal ini, Fraksi Partai Nasdem berharap Bupati Sikka bisa memrioritaskan anggaran pada tahun 2023 untuk menjawabi janji-janji yang telah diutarakan kepada masyarakat.
Pada bagian lain, Fraksi Partai Nasdem mengapresiasi pembangunan ruas jalan Lekebai-Wololangga senilai Rp 1 miliar yang bersumber dari dana insentif daerah, untuk pengerjaan hotmiks sepanjang 800 meter.
Namun, sebagaimana pantauan di lapangan, pekerjaan tersebut sangat buruk karena tidak sesuai spek. Malah, baru terpakai 2 bulan, tapi kondisi jalan sudah rusak berat.
Fraksi Partai Nasdem merekomendasikan dinas terkait untuk menunda pembayaran kepada rekanan, hingga proses perbaikan pada titik tertentu bisa diselesaikan.
Terkait masyarakat Mego tagih janji, Bupati Sikka melalui Keterangan Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi, Jumat (22/7), sama sekali tidak memberikan tanggapan.
Pemerintaj hanya merespons pembangunan ruas jalan Lekebai-Wololangga, dengan menjelaskan bahwa hingga kini belum dilakukan pembayaran atas fisik pekerjaan yang telah dikerjakan.
Pemerintah juga telah menginstruksikan kepada penyedia untuk segera melakukan perbaikan.
Secara terpisah, pelaksana pekerjaan Lekebai-Wololangga menjelaskan pihaknya sudah 3 kali melakukan perbaikan. Ruas jalan tetap berakibat rusak karena terus dilintasi kendaraan-kendaraan besar, apalagi berjenis tronton.*** (eny)















