


Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 4 kepala keluarga dari Kabupaten Sikka mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Mamasa di Propinsi Sulawesi Barat.
Para transmigran ini bakal ditempatkan pada UPT Rano di Desa Mehalaan Barat Kecamatan Mambi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Mamasa, mereka akan bergabung dengan para transmigran dari berbagai daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu berada di sana.

Empat KK yang ikut program transmigrasi tahun ini berasal dari 3 desa dan 1 kelurahan yakni Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang, Desa Tebuk dan Wuliutik di Kecamatan Nita, dan Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat.
“Ada 4 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 14 orang,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka Valerianus Samador.
Pemkab Sikka secara resmi melepaspergikan 4 KK ke Mamasa, Sabtu (20/8). Acara pelepasan dilakukan Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera.

Momen pelepasan ditandai dengan pemakaian topi dan pemberian ID Card. Saat itu Sekda Sikka juga memberikan uang saku kepada masing-masing kepala keluarga.
Hadir saat acara pelepasan antara lain Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT I Wayan Suburatha. Tampak hadir Camat Nita Avelinus, Camat Alok Barat Loi da Silva, dan Sekcam Apok Barat Sirilus Betu.
Menurut Valerianus Samador, para transmigran asal Kabupaten Sikka berangkat hari ini menggunakan Wings tujuan Makasar. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan bus menuju lokasi transmigrasi.
“Kami sudah persiapkan kondisi fisik mental dan kesehatan mereka. Kemarin sore sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas Kopeta. Pagi tadi, yang belum booster, sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Jadi mereka semua layak untuk berangkat hari ini,” jelas Valerianus Samador.

Lahan dan Rumah
Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT I Wayan Suburatha menyebutkan dari 22 kabupaten/kota di Propinsi NTT, hanya Sikka yang berhasil mengikuti program transmigrasi tahun ini.
Awalnya, kata dia, ditargetkan 8 KK yang ikut transmigrasi. Namun setelah melalui berbagai proses, akhirnya hanya 4 KK yang bisa dikirim.
Di lokasi transmigrasi, jelas dia, UPT Rano telah menyiapkan lahan. Dia tidak menyebutkan berapa luas lahan yang sudah disiapkan untuk transmigran dari Sikka. Untuk mendukung kinerja kerja, UPT Rano juga memberikan alat-alat pertanian.
“Di sana tanah subur. Bisa untuk tanam kacang, sayur, dan lain-lain. Maksimalkan kondisi yang ada,” ujar dia memberi semangat

Para transmigran juga akan mendapatkan fasilitas berupa rumah tinggal. Rumah bagi para transmigran Sikka sudah dikerjakan setahun yang lalu.
Selain lahan dan rumah, UPT Rano juga menyediakan jaminan hidup selama 1 tahun. Jaminan hidup yang dimaksudkan seperti beras, pangan lokal, dan lain-lain.
I Wayan Suburatha mengingatkan para transmigran agar memanfaatkan dengan baik semua kemudahan yang mereka terima.
Dia berharap para transmigran menjaga identitas diri, menjaga nama baik Kabupaten Sikka dan NTT.
“Kalau kamu semua berhasil dan sukses, tentu kami juga ikut senang,” ujar dia.

Kerja dengan Nurani
Sementara itu Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera mengapresiasi program transmigrasi yang diinisiasi Pemprop NTT. Apalagi, kata dia, UPT Rano, yang memberikan banyak kemudahan bagi para transmigran.
“Harus bersyukur, dapat rumah, lahan, jaminan hidup,” ujar dia.
Untuk itu, dia mengingatkan agar para transmigran harus bekerja dengan hati nurani dan menjga identitas Kabupaten Sikka.
Dia juga berpesan agar 4 KK ini menyesuaikan diri dengan suasana yang ada di lokasi transmigrasi.
Sebagaimana diketahui, 2 orang pendamping akan mendampingi 4 KK ini hingga lokasi transmigrasi. Menurut informasi para transmigran akan dijemput Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT yang sudah lebih dulu berada di tempat itu.*** (eny)















