4 KK dari Sikka Transmigrasi ke Sulawesi Barat

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 71 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera memberikan santunan kepada para transmigran yang hendak berangkat menuju Kabupaten Mamasa, Sabtu (20/8)

Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera memberikan santunan kepada para transmigran yang hendak berangkat menuju Kabupaten Mamasa, Sabtu (20/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 4 kepala keluarga dari Kabupaten Sikka mengikuti program transmigrasi ke Kabupaten Mamasa di Propinsi Sulawesi Barat.

Para transmigran ini bakal ditempatkan pada UPT Rano di Desa Mehalaan Barat Kecamatan Mambi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Mamasa, mereka akan bergabung dengan para transmigran dari berbagai daerah lain di Indonesia yang sudah lebih dulu berada di sana.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Valerianus Samador

Empat KK yang ikut program transmigrasi tahun ini berasal dari 3 desa dan 1 kelurahan yakni Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang, Desa Tebuk dan Wuliutik di Kecamatan Nita, dan Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat.

“Ada 4 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 14 orang,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka Valerianus Samador.

Pemkab Sikka secara resmi melepaspergikan 4 KK ke Mamasa, Sabtu (20/8). Acara pelepasan dilakukan Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera.

Simbolis pelepasan transmigran dengan pemasangan topi dan ID Card

Momen pelepasan ditandai dengan pemakaian topi dan pemberian ID Card. Saat itu Sekda Sikka juga memberikan uang saku kepada masing-masing kepala keluarga.

Hadir saat acara pelepasan antara lain Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT I Wayan Suburatha. Tampak hadir Camat Nita Avelinus, Camat Alok Barat Loi da Silva, dan Sekcam Apok Barat Sirilus Betu.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Menurut Valerianus Samador, para transmigran asal Kabupaten Sikka berangkat hari ini menggunakan Wings tujuan Makasar. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan bus menuju lokasi transmigrasi.

“Kami sudah persiapkan kondisi fisik mental dan kesehatan mereka. Kemarin sore sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Puskesmas Kopeta. Pagi tadi, yang belum booster, sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Jadi mereka semua layak untuk berangkat hari ini,” jelas Valerianus Samador.

Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Koperasi Tenaga Krrja dan Transmigrasi NTT I Wayan Suburatha

Lahan dan Rumah
Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT I Wayan Suburatha menyebutkan dari 22 kabupaten/kota di Propinsi NTT, hanya Sikka yang berhasil mengikuti program transmigrasi tahun ini.

Awalnya, kata dia, ditargetkan 8 KK yang ikut transmigrasi. Namun setelah melalui berbagai proses, akhirnya hanya 4 KK yang bisa dikirim.

Di lokasi transmigrasi, jelas dia, UPT Rano telah menyiapkan lahan. Dia tidak menyebutkan berapa luas lahan yang sudah disiapkan untuk transmigran dari Sikka. Untuk mendukung kinerja kerja, UPT Rano juga memberikan alat-alat pertanian.

“Di sana tanah subur. Bisa untuk tanam kacang, sayur, dan lain-lain. Maksimalkan kondisi yang ada,” ujar dia memberi semangat

Beberapa calon transmigran yang akan berangkat ke Mamasa

Para transmigran juga akan mendapatkan fasilitas berupa rumah tinggal. Rumah bagi para transmigran Sikka sudah dikerjakan setahun yang lalu.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Selain lahan dan rumah, UPT Rano juga menyediakan jaminan hidup selama 1 tahun. Jaminan hidup yang dimaksudkan seperti beras, pangan lokal, dan lain-lain.

I Wayan Suburatha mengingatkan para transmigran agar memanfaatkan dengan baik semua kemudahan yang mereka terima.

Dia berharap para transmigran menjaga identitas diri, menjaga nama baik Kabupaten Sikka dan NTT.

“Kalau kamu semua berhasil dan sukses, tentu kami juga ikut senang,” ujar dia.

Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera

Kerja dengan Nurani
Sementara itu Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera mengapresiasi program transmigrasi yang diinisiasi Pemprop NTT. Apalagi, kata dia, UPT Rano, yang memberikan banyak kemudahan bagi para transmigran.

“Harus bersyukur, dapat rumah, lahan, jaminan hidup,” ujar dia.

Untuk itu, dia mengingatkan agar para transmigran harus bekerja dengan hati nurani dan menjga identitas Kabupaten Sikka.

Dia juga berpesan agar 4 KK ini menyesuaikan diri dengan suasana yang ada di lokasi transmigrasi.

Sebagaimana diketahui, 2 orang pendamping akan mendampingi 4 KK ini hingga lokasi transmigrasi. Menurut informasi para transmigran akan dijemput Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT yang sudah lebih dulu berada di tempat itu.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA