
Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Komisi 4 DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT 1 Julie Sutrisno Laiskodat tidak henti-hentinya memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Sikka.
Untuk tahun anggaran 2022, Julie Laiskodat, politisi Partai Nasdem itu kembali menyalurkan alsintan bagi 22 poktan. Penyerahan bantuan alsintan berlangsung di Aula Dinas Pertanian Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dengan penyerahan bantuan pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Julie Laiskodat langsung menyerahkan secara simbolis kepada kelompok tani penerima bantuan.
Alsintan yang diserahkan merupakan aspirasi yang diperjuangkan Julie Laiskodat. Setidaknya terdapat 22 alsintan yang disalurkan, terdiri dari 5 unit handtraktor roda dua, 3 unit cultivator, 7 unit mesin pompa air, dan 7 unit handsprayer.

Saat menyerahkan bantuas secara simbolis, Julie Laiskodat didampingi Bupati Sikka Fransisous Roberto Diogo,Wakil Bupati Sikka yang juga Ketua Partai Nadem Romanus Woga, dan Kepala Dinas Pertanian Sikka Yohanes Emil Satriawan.
Julis Laiskodat mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar menggunakan dan memanfaatkan alsintan sebagaimana fungsinya untuk meningkatkan pendapatan demi mencapai kemandirian dan kesejahtetaan.
“Sekiranya bantuan ini menjadi berkah untuk kemandirian petani demi kesejahteraan,” ungkap istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat itu.

Ferdinandus M Bajo, Ketua Poktan Wairbor Desa Kolisia Kecamatan Magepanda mengatakan sudah banyak dukungan kebijakan politik, baik dari daerah maupun pusat, yang selalu berpihak kepada petani demi membangkitkan hasil pangan.
Dia lalu memberikan apresiasi atas perhatian dan perjuangan Julie Laiskodat untuk petani di Sikka.
“Dari tempat ini, mewakili petani penerima bantuan, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ibu Julie Laiskodat yang peka dan gerak cepat, lantang, dan gigih menyuarakan kebutuhan petani di NTT, khususnya di Kabupaten Sikka,” ujar dia.
Usai penyerahan bantuan alsintan secara simbolis, Julie Laiskodat berkenan meninjau langsung alsintan bantuan yang siap disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan.

Dukung Petani
Media ini mencatat Julie Laiskodat telah menoreh jalan panjang komitmen kerakyatan sesuai bidang tugasnya di Komisi 4 DPR RI yang meliputii pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, dan kelautan.
Kabupaten Sikka sebagai salah satu wilayah Dapil NTT 1, telah mendapatkan perhatian serius dari perempuan kelahiran 17 Juni 1972 itu.
Sejak tahun 2019, Julie Laiskodat bersama Partai Nasdem telah banyak memberikan bukti perjuangan bagi masyarakat petani di Kabupaten Sikka.
Kebutuhan dan aspirasi petani diakomodir secara berjenjang untuk kemudian diperjuangkan melalui jalur politik.
Sepanjang 2019 hingga 2020, boleh dicatat mengalirnya 47 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berbagai jenis bagi petani di Kabupaten Sikka, mulai dari tractor besar, handtractor, cultivator, mesin pompa air, mesin perontok padi, handsprayer, dan banyak jenis lainnya.
Julie Laiskodat juga menyalurkan bantuan pengembangan ternak besar dan kecil seperti sapi, kambing etawa, ayam kampung dan babi. Semuanya disalurkan pada lebih dari 7 kelompok tani.
Dalam dua tahun berturut-turut, Julie Laiskodat berhasil memperjuangkan dan telah merealisasikan bantuan unit pengolahan pupuk organik bagi dua kelompok tani.
Tidak hanya konsentasi pada pertanian, Julie Laiskodat juga memberikan porsi perhatian kepada pelestarian lingkungan hidup dan kawasan hutan, dalam upaya peningkatan pendapatan petani.
Bunda Julie telah merealisasikan kegiatan kebun bibit rakyat bagi 8 kelompok tani yang tersebar pada 7 kecamatan.
Tahun 2021, dia menyerahkan bantuan anakan tanaman buah-buahan bagi 30 kelompok tani di Kabupaten Sikka.
Dia juga telah melaksanakan kegiatan pengembangan dan pelestarian bambu mandiri di Desa Du Kecamatan Lela, Desa Umauta Kecamatan Bola, dan Desa Manubura Kecamatan Alok Timur, melalui skema padat karya tunai yang melibatkan sejumlah kelompok wanita tani serta rumah tangga tani.
Perjuangan kerakyatan Julie Laiskodat, tidak hanya penyaluran bantuan semata. Dia pun melirik peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi petani dan peternak.
Tahun 2020 digelar kegiatan pelatihan keterampilan pengolahan hasil produksi perikanan tangkap bagi organisasi wanita nelayan.
Kemudian September 2021, digelar lagi kegiatan pelatihan pencegahan dan penanganan virus ASF yang diikuti perwakilan 20 kelompok tani dan 15 penyuluh pertanian swadaya dari 15 desa dan kelurahan.*** (eny)















