




Maumere-SuaraSikka.com: Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Kabupaten Sikka berbagi kasih kepada warga tidak mampu di daerah itu. Komunitas etnis ini menyalurkan 50 paket sembako.
Bantuan kasih jelang hari raya Natal dan Tahun Baru ini disalurkan kepada 20 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kelurahan Nangalimang, 18 janda di Kelurahan Madawat, 10 janda di Kelurahan Kabor, dan 2 orang tidak mampu di Kelurahan Wairotang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua INTI Sikka Yanto Wijaya menyampaikan bantuan sembako yang disalurkan sebagai bentuk kasih dan kepedulian dalam menyambut Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.
Bantuan sembako yang disalurkan terdiri atas 5 kilogram beras, 1 papan telur ayam, indomie, kopi, dan gula.
Dia mengakui jumlah paket bantuan yang disalurkan masih tidak sebanding dengan jumlah ODGJ, janda, dan keluarga tidak mampu di daerah itu.
“Jangan melihat dari jumlah dan nilainya, tapi inilah bentuk kepedulian kami. Kami berupaya, semoga pada kesempatan mendatang, bantuan yang disalurkan bisa lebih banyak lagi,” ungkap Yanto Wijaya.

Untuk para ODGJ di Nangalimang, penyerahan bantuan secara terpusat di Kantor Kelurahan Nangalimang.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua INTI Sikka Yanto Wijaya, bersama politisi PKP Sikka yang juga anggota DPRD Sikka Alfridus Melanus Aeng, Camat Alok Cherry Newar, Lurah Nangalimang Aloysius Parera, Babinsa Alok Jefri Bere dan Faustinus Vasko seorang Pengurus INTI Sikka.
Sementara bantuan sembako bagi warga di Kelurahan Madawat, disalurkan pada 2 tempat berbeda. Warga penerima bantuan dikumpulkan pada 2 rumah.

Di rumah Fransiska Juliana di RT/RW 002/012, disalurkan sembako untuk 13 janda. Sedangkan di rumah lainnya untuk 5 janda.
Lurah Madawat Charles Idung memberikan apresiasi atas kepedulian INTI Sikka. Dia memastikan bantuan INTI Sikka tepat sasaran karena penerima bantuan masuk dalam kategori warga yang layak menerima bantuan.
“Saya berharap warga yang menerima bantuan dari INTI jangan melihat besar kecilnya bantuan. Inilah bentuk kepedulian sesungguhnya,” ujar dia.
Perhimpunan INTI didirikan pada 5 Pebruari 1999 di Jakarta. Wadah ini sudah berakar pada hampir semua daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sikka.
Pada Idul Fitri kalo lalu, INTI Sikka juga ikut berpeduli dengan membagikan 1.000 masker kepada umat Muslim yang hendak menjalani Sholat Id di Lapangan Umum Kota Baru.
Yanto Wijaya, Ketua INTI Sikka, mengatakan wadah yang dipimpinnya berupaya terus mengambil bagian dalam solidaritss sosial seperti berbagi kasih dengan sesama.*** (eny)















