Maumere-SuaraSikka.com: Kejaksaan Negeri Sikka telah menerima penitipan uang pengganti dalam kasus dugaan korupsi dana belanja tidak terduga (BTT) TA 2021 di BPBD Sikka.
Titipan uang pengganti dimaksud bersumber dari 2 orang, dan diserahkan dalam waktu yang berbeda.
Pada Senin (20/2), Lenny Huiyanto, istri tersangka Laurensius Gregorius selaku Direktur CV Sartika Laurensius Gregorius, menyerahkan uang pengganti sebanyak Rp 551.021.128.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ternyata, sebelum Laurensius Gregorius, ada juga pihak lain yang lebih dulu menyerahkan uang pengganti.
Sebagaimana rilis Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sikka Ibrahim, diketahui pada Selasa (14/2), Yoseph Suru, suami dari tersangka Maria Reneldis Lebi, Bendahara Pembantu Pengeluaran BTT, telah menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 24.580.750.
“Jadi total penitipan uang pengganti kasus dugaan korupsi BTT sebesar Rp 575.601.878,” jelas Kasi Intelijen Ibrahim.
Perkara korupsi BTT meliputi tiga kegiatan. Pertama, pengadaan kebutuhan dasar permakanan dalam penanganan tanggap darurat covid-19 bagi pasien, petugas pendukung dan pengamanan di tempat karantina.
Kedua, pengadaan kebutuhan minum dan logistik/perlengkapan dalam penanganan tanggap darurat tertentu wabah covid-19 pada tempat karantina.
Dan ketiga, pengadaan barang kebutuhan dasar masyarakat korban bencana alam pada BPBD.
Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 1.981.975.100. Sementara temuan kerugian negara sebesar Rp 724.678.878.
Diketahui CV Dewi Sartika mengelola anggaran sebesar Rp 689.769.100 untuk pengadaan kebutuhan minum dan logistik atau perlengkapan dalam penanganan tanggap darurat tertentu wabah Covid-19 pada tempat karantina, dan pengadaan barang kebutuhan dasar masyarakat korban bencana alam pada BPBD.
Sementara Yoseph Suru ternyata terlibat pada pengadaan barang kebutuhan dasar masyarakat korban bencana alam dengan menggunakan bendera CV Mutiara Teknik.
Media ini mendapat kabar bahwa pemilik perusahaan sama sekali tidak tahu jika perusahaannya dilibatkan pada kegiatan pengadaan.*** (eny)















