Jakarta-SuaraSikka.com: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng tidak main-main berjuang mengatasi kelangkaan BBM di Kabupaten Lembata dan Flotim di Propinsi NTT.
Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu menunjukkan perjuangan yang serius agar persoalan yang sudah bertahun-tahun ini bisa segera pulih.
Keseriusan itu ditunjukkan dengan mendatangi pejabat-pejabat penting yang berkompoten untuk memecahkan persoalan kelangkaan BBM yang dialami masyarakat Lembata dan Flotim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pekan lalu, persisnya Selasa (21/2), wakil rakyat utusan Dapil NTT 1 itu, sudah bertemu Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Menindaklanjuti itu, usai melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Flotim, Melchias Mekeng bertemu pejabat penting di BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga, Kamis (2/3).
Guna memantapkan perjuangan, Melchias Mekeng datang bersama Penjabat Bupati Lembata Marsianus Djawa dan Penjabat Bupati Flotim Doris Alexander Rihi.
Tidak hanya itu, ikut dalam rombongan ini yakni Ketua DPRD Lembata Petrus Gero dan Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali.
Anggota Komisi XI DPR RI itu membawa serta Wasekjen DPP Golkar Herman Hayong serta Staf Ahli Komisi XI DPR RI Alex Atawolo dan Fransiskus Xaverius Namang.
Pertemuan berlangsung di Kantor BPH Migas di Jakarta Selatan. Melchias Mekeng dan rombongan diterima
Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman, dan Eko salah seorang pejabat PT Pertamina Patra Niaga.
Respon Positip
Melchias Mekeng menjelaskan BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga merespon positip perjuangan mengatasi kelangkaan BBM di Lembata dan Flotim.
Dia membeberkan beberapa langkah yang sudah dilakukan BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga dalam mengatasi kelangkaan BBM di Lembata dan Flotim.
Salah satu langkah yang dilakukan, jelas Melchias Mekeng, yakni membangun tambahan sebuah SPBU di Kecamatan Ile Ape di Kabupaten Lembata. Hal ini untuk menambah daya tampung.
“Progress pembangunan sudah mencapai 30%, dengan estimasi akan selesai pada Juni ini,” ujar Melchias Mekeng.
Langkah lain yang juga sedang diupayakan yakni memperkuat armada pengangkutan BBM. Untuk kebijakan tersebut, saat ini tengah dikerjakan sebuah kapal baru dengan konstruksi tangki besi. Progress pengerjaan 60% dan estimasi selesai pada bulan Juni mendatang.
Melchias Mekeng menambahkan pada momen pertemuan ini, Penjabat Bupati Flotim Doris Alexander Rihi mengajukan pembangunan SPBU di Pulau Solor dan Pulau Adonara, sehingga perlu dipikirkan penambahan lembaga penyalur.
BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga mendorong Pemkab Flotim dan Pemkab Lembata melakukan koordinasi dengan semua stakeholder dalam rangka sinergi pengawasan guna menghindari penyelewengan distribusi.
Melchias Mekeng menambahkan dalam waktu dekat BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat dan berdiskusi langsung dengan semua stakeholders agar memperjelas permasalahan dan mencarikan solusi yang tepat.

Masalah BBM di Lembata
Pada bagian lain, Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali yang dihubungi terpisah Jumat (3/3), membeberkan permasalahan BBM di daerah itu.
Dia menguraikan masalah seperti fenomena antrian panjang BBM, jam pelayanan SPBU yang singkat, stok BBM yang selalu habis lebih cepat pada tangki-tangki timbun BBM di SPBU, kemampuan menebus Loading Order oleh transportir BBM, serta pengawasan dan pengendalian distribusi BBM Bersubsidi di lapangan.
“Masalah-masalah ini yang disampaikan Penjabat Bupati Lembata kepada BPH Migas dan Pertamina. Kami berharap sangat segera bisa ada solusi dan tindak lanjut,” jelas Sekda Lembata melalui pesan WhatsApp.
Terhadap persoalan yang disampaikan Penjabat Bupati Lembata, BPH Migas dan Pertamina menyampaikan beberapa solusi dan tindak lanjut.
Pertama, untuk menjamin kelancaran distribusi BBM ke Lembata, maka Pertamina telah meminta PT Trans Floreti mengadakan kapal khusus pengangkut BBM dengan kapasitas 80KL guna menambah fasilitas yang tersedia. Saat ini kapal tersebut sedang dikerjakan.
Kedua, built up stok SPBU sebelum musim barat. Ketiga, Pertamina memberi dukungan/fasilitas kredit temporer kepada SPBU untuk mengatasi keterbatasan finansial dengan maksud agar LO dapat ditebus secara maksimal.
Keempat, penambahan SPBU di Lembata, yang mana saat ini sedang dikerjakan di Kecamatan Ile Ape.
Kelima, Pertamina bekerjasama dengan Pemkab Lembata melaksanakan pengawasan dan pengendalian lapangan.
“Salah satunya adalah setiap pembongkaran BBM dari kapal ke transportasi darat, perlu diawasi pemerintah, dan dihitung bersama-sama berapa tonase BBM yang diangkut, dan kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Bersama,” jelas Sekda Lembata.
Dan keenam, Pertamina akan melakukan pembinaan kepada pemilik SPBU, agar mematuhi seluruh ketentuan teknis operasional yg berlaku.
“Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang ada, diberikan sanksi secara tegas,” ujar dia.
Apresiasi untuk Melchias Mekeng
Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan pertemuan bersama BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga merupakan respon tindak lanjut Anggota DPR RI Melchias Mekeng yang sebelumnya menerima kunjungan Penjabat Bupati Lembata dan Ketua DPRD Lembata beberapa waktu lalu.
Salah satu substansi yang disampaikan waktu itu yakni permasalahan BBM di Kabupaten Lembata yang sudah berlangsung lama dan tidak kunjung selesai.
“Pa Melchias akhirnya bergerak cepat menghubungi Menteri ESDM, termasuk BPH Migas dan Pertamina. Akhirnya kita dijadwalkan untuk bertemu lebih lengkap dengan berbagai unsur di Kantor BPH Migas Jakarta, membahas secara mendalam persoalan BBM di Lembata,” jelas dia.
Sehubungan dengan respon cepat Melchias Mekeng, Sekda Lembata mengatakan Penjabat Bupati Lembata dan Ketua DPRD Lembata secara khusus telah menyampaikan terima kasih, langsung kepada Melchias Mekeng.
“Tanpa intervensi Pa Melchias, kami yakin hasilnya sama saja. Sebab, pertemuan demi pertemuan dengan pihak-pihak terkait telah kami lakukan berulang kali, sejak tahun 2019 lalu,” ujar dia.
Sekda Lembata menaruh harapan besar berkat perjuangan dan dukungan moril Melchias Mekeng, masalah BBM di Lembata bisa segera teratasi.*** (eny)















