




Maumere-SuaraSikka.com: Ribuan peziarah Semana Santa di Larantuka Kabupaten Flores Timur Propinsi NTT khusyuk berdoa, ketika Patung Tuan Meninu melewati arus kencang Selat Gonzalu, Jumat (7/4) pagi.
Perarakan Patung Tuan Meninu merupakan salah satu bagian dari tradisi Semana Santa yang diminati peziarah. Tradisi ini dilakukan melalui laut, sehingga biasa disebut Prosesi Laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Patung Tuan Meninu diarak dari Kapela Tuan Meninu di Kota Rewido Kelurahan Sarotari, untuk kemudian ditahtakan pada Armida Tuan Meninu di Kelurahan Pohon Sirih.
Perarakan ini begitu sakral karena harus melewati arus laut Selat Gonzalu, dari Pantai Kota di depan Kapela Tuan Meninu, menuju Pantai Kuce di Kelurahan Larantuka.

Para peziarah sudah memadati sepanjang pantai untuk menyaksikan prosesi laut. Beberapa titik yang menjadi sentral peziarah yakni Pantai Kota, Pelabuhan Laut, Pantai Kuce, dan juga di sekitar Armida Tuan Meninu.
Beberapa kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan, menjadi tempat paling strategis untuk menyaksikan prosesi laut.
Patung Tuan Meninu terdapat dalam sebuah peti tertutup. Peti itu dibawa oleh sebuah sampan khusus yang diberi tenda penutup, dikawal petugas khusus.

Sebuah sampan kecil, berada tepat di depan sampan pembawa peti Patung Tuan Meninu. Sampan ini berperan sebagai sebagai penunjuk jalan.
Di samping kiri kanan sampan khusus pembawa peti Patung Tuan Meninu, puluhan sampan mengawal dengan ketat. Semua sampan dikemudikan secara tradisionil yakni mendayung.
Ratusan perahu motor serta kapal-kapal berukuran kecil dan besar, ikut terlibat dalam prosesi laut.
Ribuan peziarah penuh sesak di atas perahu motor dan kapal-kapal nelayan. Mereka mengikuti prosesi laut dengan khusyuk, sambil mendaraskan doa.

Doa dan Permesa
Di Kapela Tuan Meninu, Patung Tuan Meninu tersimpan di dalam Tori kecil berbentuk Tabernakel.
Sebagaimana tradisi, petugas khusus baru membuka tori kecil itu setahun sekali menjelang Semana Santa.
Setelah tori kecil dibuka, dilanjutkan dengan pembersihan Patung Tuan Meninu yang biasa disebut ritual Muda Tuan.
Biasanya air bekas pembersihan Patung Tuan Meninu dibagikan kepada umat karena diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Sedangkan pada Tori besar tersimpan Patung Yesus Wafat di Salib yang juga setahun sekali dikeluarkan petugas khusus untuk penghormatan secara khusus oleh umat pada hari Jumat Agung.
Dari zaman leluhur hingga kini, setiap tahun pada masa Pra Paskah dan Pekan Suci, umat Katolik di lingkungan Kota Rowido melakukan doa, permesa dan Cium Tuan di Kapela Tuan Meninu.
Acara khusus ini berawal sejak Rabu Abu, serta setiap hari Jumad dan Sabtu dalam Pekan Pra Paskah hingga berakhir pada Minggu Paskah.
Sebagaimana diketahui,
Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur Propinsi NTT tahun ini membuka kembali tradisi Semana Santa, setelah 3 tahun absen akibat didera pandemi Covid-19.
Tradisi yang sudah berumur lebih dari 500 tahun itu masih tetap menjadi magnit bagi umat Katolik. Hal ini terlihat dari hadirnya ribuan peziarah yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Setidaknya mendekati 7.000 peziarah yang mendaftarkan diri secara online ke Panitia. Belum lagi ada juga peziatah yang daftar secara offline. Umat Katolik Keuskupan Larantuka, sudah hampir pasti terlibat pada prosesi keagamaan ini.
Dari luar Indonesia, tercatat antara lain hadir juga mantan Duta Besar Portugal untuk Indonesia Ana Maria Gomes.
Dia hadir bersama tim dari Televisi Nasional Portugal dalam rangka peliputan serta dokumentasi perayaan Semana Santa di Larantuka.*** (eny)

















