Mudik Lebaran Berujung Sial, Kapal Nelayan Tanpa Nama Mati Mesin di Pulau Sukun

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 18 April 2023 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 34 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan persiapan melakukan pencarian dan pertolongan kapal tanpa nama yang mati mesin di perairan Pulau Sukun, Selasa (18/4)

Tim SAR Gabungan persiapan melakukan pencarian dan pertolongan kapal tanpa nama yang mati mesin di perairan Pulau Sukun, Selasa (18/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Mudik Lebaran bagi 12 warga Desa Kojadoi di Kabupaten Sikka, berujung sial. Kapal nelayan tanpa nama yang mereka tumpangi, Selasa (18/4) pagi tadi, mengalami mati mesin di antara perairan Pulau Sukun dan Pulau Pemana.

Saat ini Tim Gabungan Basarnas Maumere berjumlah 25 personil tengah melalukan pencarian dan pertolongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka telah berangkat pukul 11.48 Wita tadi, didukung 1 unit Rescue Boat 212 Maumere, 1 unit Rapid Land Pos SAR Manggarai Barat, dan 1 set Palsar air lainnya.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel menjelaskan kapal kapasitas 5GT dengan bodi warna hijau, bertolak dari Pulau Kojadoi menuju Pulau Sukun pada pukul 05.00 Wita.

“Saat sampai di pertengahan antara Pulau Pemana dan Pulau Sukun sekitar pukul 08.00 wita, kapal mengalami kerusakan mesin. Bagian payung klep patah sehingga kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan,” jelas Mexianis Bekabel sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Setelah mendapat informasi kecelakaan laut tersebut, Mexianis Bekabel langsung melakukan koordinasi dengan instansi Potensi SAR di wilayah kerja Kansar Maumere, seperti Lanal Maumere, KSOP, Polairud Maumere, dan KP3L Maumere.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA