Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka mengusulkan dana Rp 300 juta. Uang tersebut bakal digunakan untuk pengadaan vaksin anti rabies (VAR).
Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan menyampaikan hal ini saat rapat kerja bersama Komisi 2 DPRD Sikka, Rabu (17/5).
Yohanes Emil Satriawan menjelaskan pengadaan VAR merupakan hal yang terpenting saat ini. Hal ini, kata dia, mengingat cakupan vaksinasi terhadap hewan penular rabies belum mencapai 70 persen dari populasi yang ada di Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, ketika cakupan vaksinasi belum memadai, justeru kasus gigitan HPR di Kabupaten Sikka, terutama anjing, rerus mengalami peningkatan.
Bahkan 1 bocah berusia 4 tahun 2 bulan menjadi korban meninggal akibat digigit anjing. Sampel otak anjing ini, setelah melalui pemeriksaan laboratorium di Denpasar dipastikan positip rabies.
Mantan Camat Bola yang lebih familiar disapa Jemmy Sadipun itu memastikan usulan dilakukan setelah melalui kajian dan telaah yang dilakukan oleh Dinas Pertanian.
Dia mengatakan usulan tersebut akan disampaikan pada saat mekanisme anggaran mendahului perubahan.
“Sesuai kajian staf, kami butuh Rp 300 juta. Mohon dukungan Komisi 2,” ujar dia.
Ketua Komisi 2 DPRD Sikka Alfridus Melanus Aeng mendukung langkah yang dilakukan Dinas Pertanian. Sebagai salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Sikka, dia berjanji akan memperjuangkan pada saat rapat anggaran.
Begitu juga anggota Komisi 2 lainnya yang hadir pada rapat kerja siang tadi, seperti Simon Subandi Supriadi, Fransiskus Stephanus Say, Fransiskus Ropi Sinde, Herlindis.da Rato, Maria Angelorum Mayestatis, dan Stefanus Sumandi.
“Silakan usulkan mendahului perubahan, kami dukung. Kalau uang sudah ada, langsung pengadaan, jangan tunggu ketuk palu,” ujar dia.
Semangat Dinas Pertanian untuk mendapatkan Rp 300 juta melalui mekanisme anggaran mendahului perubahan, sepertinya harus dipending.
Pasalnya, mekanisme yang sudah lazim ini ternyata tidak dimanfaatkan oleh Pemkab Sikka.
Informasi ini disampaikan Ketua DPRD Sikka Donatus David yang saat itu mengikuti rapat kerja Komisi 2 dan Dinas Pertanian.
Dia meminta Kepala Dinas Pertanian segera berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah untuk memastikan ada tidaknya mekanisme anggaran mendahului perubahan.
“Saya berulang kali kontak Sekda untuk tanya kapan anggaran mendahului perubahan. Ini karena ada anggaran yang mendesak. Jawaban Sekda, kemungkinan besar tidak ada, nanti sekalian di perubahan saja,” terang Ketua DPRD Sikka.
Hingga saat ini belum diketahui apakah nanti ada mekanisme anggaran mendahului perubahan atau tidak. Sementara itu jadwal pembahasan perubahan anggaran juga belum jelas.
Stok VAR di Dinas Pertanian, hingga Senin (15/5), tersisa 1.669 dosis. Bidang Kesehatan Hewan akan terus memanfaatkan stok yang ada untuk vaksinasi hewan penular rabies.*** (eny)




















