
Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Jaringan Air Minum IKK Nita terkesan terbengkelai. Pasalnya sudah 8 bulan terakhir ini tidak ada aktifitas di lokasi proyek. Diduga kuat kontraktor menghilang ke tempat asalnya di Kota Kupang.
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu mengkritisi lambannya penyelesaian pekerjaan paket proyek ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi asal Kecamatan Nita ini meminta Dinas PUPR selaku instansi teknis bersikap tegas terhadap kontraktor pelaksana.
“Sudah 8 bulan tidak ada aktifitas. Saya kira ini harus disikapi serius,” tegas dia.
Penjabat Pembuat Komitmen Nong Buyung Dekresano mengatakan pihaknya sudah berupaya menghubungi kontraktor pelaksana agar bisa menyelesaikan pekerjaan.
“Kami sudah kontak via WA dan telpon, tapi tidak dijawab. Bahkan sudah ada surat panggilan,” ujar Buyung Dekresano.
Informasi yang dihimpun media ini, proyek Pembangunan Jaringan Air Minum IKK Nita dengan nilai Rp 3.535.704.375, dikerjakan CV Araya Bina Konstruksi.
Hingga 31 Mei 2023 realisasi fisik mencapai 76,68 persen. Sementara realisasi keuangan mencapai Rp 2.675.874.106 atau setara 75,68 persen.
Penelusuran media ini CV Araya Bina Konstruksi juga mengerjakan proyek Peningkatan Jalan Hale-Kilawair. Proyek ini senilai Rp 2.779.927.000, juga bersumber dari dana pinjaman daerah.
Data dari Dinas PUPR Sikka, realisasi fisik mencapai 75,00 persen. Sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp 1.762.473.718 atau setara 63,40 persen.*** (eny)




















