

Maumere-SuaraSikka.com: Aparat kepolisian di Kabupaten Sikka, Sabtu (24/6) pukul 23.00 Wita, berhasil menggagalkan pengiriman tenaga kerja ilegal ke Kalimantan. Semua tenaga kerja ilegal ini tanpa dilengkapi dokumen apapun. Mereka langsung digelandang ke Polres Sikka.
Para tenaga kerja ilegal ini diamankan di Pelabuhan Laurens Say Maumere. Informasinya mereka akan berangkat menuju Kalimantan dengan menggunakan KM Bukit Siguntang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka yang diamankan aparat kepolisian ini semuanya berasal dari Kabupaten Sikka, tersebar pada beberapa desa seperti Desa Timutawa dan Desa Ojang di Kecamatan Talibura, Desa Wolokoli Kecamatan Bola, dan Desa Tanaduen Kecamatan Kangae.
Terdapat 3 pasang suami istri yang usianya masih muda. Salah satu di antaranya membawa serta seorang anak kecil berusia 3 tahun. Selebihnya merupakan laki-laki dewasa.
Bersamaan dengan 18 tenaga kerja ilegal ini, polisi mengamankan juga seorang laki-laki asal Kabupaten Flores Timur. Pria ini diduga sebagai perekrut.
Beberapa tenaga kerja ilegal mengaku mereka dijanjikan kerja pada sebuah perusahaan kelapa sawit.
Gaji yang ditawarkan tidak main-main yakni Rp 130.000 per hari, dengan waktu kerja dari pukul 08.00 Wita hingga 14.00 Wita. Mereka juga boleh lembur 2 jam hingga pukul 16.00 Wita, dengan upah lembur Rp 32.000 per jam.
Seorang perempuan asal Timutawa mengaku dia dan suaminya diajak kerja di Kalimantan sejak awal Juni lalu. Mereka pun bersedia, karena selama ini belum memiliki pekerjaan tetap.
“Kami kerja kebun saja selama ini, penghasilan tidak menentu, sementara tuntutan biaya hidup sangat tinggi,” terang dia.
Seluruh biaya transportasi bagi para tenaga kerja ilegal, disediakan perekrut, baik transportasi lokasl dari tempat tinggal ke Pelabuhan Laurens Say Maumere, termasuk tiket KM Bukit Siguntang.
“Tiket kapal kami semuanya dipegang oleh yang rekrut,” ujar Markus, tenaga kerja ilegal asal Desa Tanaduen.
Pantauan media ini di Polres Sikka, para tenaga kerja ilegal sedang duduk santai di teras Reskrim Polres Sikka. Beberapa lainnya tampak tertidur.
Sementara itu pria yang diduga perekrut sedang diperiksa intensif di Ruangan Tipidter.
Tampak terlihat juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Valerianus Samador bersama beberapa staf.*** (eny)















