Makin Marak Pengiriman Tenaga Kerja Ilegal dari Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 26 Juni 2023 - 00:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 42 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan tenaga kerja ilegal dari Kecamatan Mapitara, Minggu (25/6)

Polisi mengamankan tenaga kerja ilegal dari Kecamatan Mapitara, Minggu (25/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Pengiriman tenaga kerja ilegal semakin marak di Kabupaten Sikka. Bayangkan, dalam waktu 2 hari polisi berhasil menggagalkan 27 tenaga kerja ilegal.

Awalnya pada Sabtu (24/6) pukul 23.00 Wita, polisi mengamankan 18 tenaga kerja ilegal dari beberapa desa di Kabupaten Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehari sesudahnya, Minggu (25/6) pukul 10.00 Wita, polisi menggagalkan lagi 9 tenaga kerja ilegal, juga dari beberapa desa di Kecamatan Mapitara.

Sebanyak 27 tenaga kerja ilegal ini terbentuk dalam dua kelompok. Mereka direkrut oleh orang berbeda.

Baca Juga :  Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Tujuan keberangkatan mereka sama yakni ke Kalimantan. Begitu juga pekerjaan yang ditawarkan tidak jauh berbeda, yakni bekerja di perusahaan kelapa sawit.

Kecuali seorang gadis yang baru saja tamat SMA, dijanjikan bekerja pada toko.

Dari 27 tenaga kerja ilegal ini terdapat 5 pasang suami istri yakni 3 pasang dari Desa Timutawa Kecamatan Talibura dan 2 pasang dari Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara.

Usai mengamankan tenaga kerja ilegal, polisi langsung menggelandang mereka ke Mapolres Sikka di Jalan Ahmad Yani. Dua perekrut diperiksa intensif di Ruang Tipidter Reskrim Polres Sikka.

Baca Juga :  10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka Valerianus Samador Nakertrans Sikka mengaku miris dengan kondisi ini.

Dia mengatakan Dinas Nakertrans Sikka telah berupaya maksimal menyampaikan informasi terkait pencegahan tindakan perdagangan orang.

Menyikapi kondisi ini, sebagai langkah awal Dinas Nakertrans akan mennggelar sosialisasi pada beberapa desa.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA