
Ba’a-SuaraSikka.com: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Kamis (10/8), secara resmi membuka perhelatan turnamen sepak bola Liga 3 ETMC XXXII Tahun 2023 di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam momen penting itu dia memberikan motivasi dan pesan-pesan penting terkait persaudaraan, yang menjadi spirit lahirnya kompetisi sepak bola di NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tunjukkan bahwa bola kaki NTT sedang maju. Kita sedang menjalin persahabatan di tempat ini,” ujar dia.
Viktor Bungtilu Laiskodat lalu menyinggung kasus yang terjadi pada iven sebelumnya tahun lalu di Kabupaten Lembata.
“Jangan terjadi lagi seperti di Lembata. Cukup sekali saja! Sepak bola, jangan sepak orang. Supporter boleh bela tim, tapi pakai nyanyi, jangan pakai pukul,” tegas dia di Lapangan Paulina Haning-Bulu.

Sebagaimana diketahui, kisruh sepak bola terjadi pada Liga 3 ETMC XXXI Kabupaten Lembata Tahun 2022, saat Perseftim Flores Timur berhadapan Perse Ende di babak 16 besar.
Supporter Perseftim membuat keributan dengan melempari para pemain. Mereka membongkar pagar pembatas lapangan, serta merubuhkan bench pemain dan perangkat pertandingan.
Komisi Disiplin PSSI NTT kemudian manjatuhkan hukuman kepada Perseftim Flotim berupa denda Rp 50 juta.
Gubernur NTT mengingatkan bahwa tahun 2028 nanti, NTT menjadi tuan rumah PON.
Dia berharap melalui turnamen Liga 3 ETMC, akan lahir pesepakbola NTT yang dapat diandalkan berlaga di PON.
“Tim sepak bola kita tidak boleh kalah dari tim daerah lain,” ujar dia bersemangat.

Usai membuka Liga 3 ETMC XXXII Rote Ndao, Gubernur NTT didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bulu, melakukan tendangan kick off partai perdana mempertemukan Persami Maumere dan Bintang Timur FC. *** (eny)















