Media Cina menginformasikan adanya peningkatan kasus mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023. Tigaperempat pasien di diagnosis sebagai infeksi mycoplasma.
Berdasarkan laporan epidemiologi nampak peningkatan kasus mycoplasma pneumoniae (40%), influenza, SARS COV-2 dan lain-lain.
Di negara Cina mycoplasma menjadi causa terbanyak pada kasus pneumonia. Adanya peningkatan kasus rawat jalan dan rawat inap pada anak yang
disebabkan mycoplasma pneumoniae sejak Mei 2023 dan RSV, Adenovirus dan Influenza sejak Oktober 2023 di mana saat ini sudah terjadi penurunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mycoplasma merupakan salah satu penyebab penyakit pneumonia di masyarakat, yang paling banyak dampaknya anak-anak. Penyakit ini muncul pada situasi musim panas untuk negara-negara yang memiliki 4 musim,” terang Maxi Rein Rondonuwu dalam Surat Edaran yang diterima media ini melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Hengki Sali.
Surat Edaran yang diterbitkan dimaksudkan sebagai langkah kewaspadaan dalam upaya mengantisipasi
terjadinya kejadian mycoplasma pneumonia di Indonesia.
Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh beberapa pihak seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, Laboratorium Kesehatan Masyarakat,
Puskesmas dan Rumah Sakit
(site ILI-SARI),
Puskesmas (di luar site ILI), dan Rumah Sakit (di luar site SARI).
Kantor Kesehatan Pelabuhan
Pertama, meningkatkan pengawasan terhadap orang (awak, personil, dan penumpang), alat angkut,
barang bawaan, lingkungan, vektor, binatang pembawa penyakit di pelabuhan, bandar udara
dan pos lintas batas negara, terutama yang berasal dari negara terjangkit.


Ikuti Kami
Subscribe












