“Dari hasil uji spesimen pada Laboratorium Veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka, puluhan babi yang mati mendadak itu dinyatakan positif terserang virus ASF,” jelasnya.
Terhadap kondisi ini, kata dia, pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan agar virus ASF tidak menyebar ke wilayah lain. Langkah yang dilakukan, aku dia, baru sebatas edukasi kepada masyarakat terutama peternak babi, terkait bahaya dan dampak ASF.
Dia mengakui sebenarnya sosialisasi dan edukasi sudah dilalukan jauh-jauh hari sebelum ASF menyerang babi di Kabupaten Sikka. Namun, ujar dia, para peternak babi tidak terlalu menganggap serius bahaya dan dampak ASF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jemi Sadipun mengingat pentingnya biosecurity yakni suatu upaya atau tindakan untuk memberikan perlindungan kepada makhluk hidup. Tujuannya, kata dia, yakni mencegah penyakit masuk, berkembang, dan menyebar.
“Yang paling penting dalam pencegahan virus ASF adalah menerapkan biosecurity total. Tolong dengar imbauan pemerintah,” pesan dia.
Sebagaimana diketahui, terdapat 3 elemen dalam biosecurity yaitu isolasi, kontrol lalulintas pergerakan ternak, dan cleaning and desinfeksi.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












