Virus ASF Gempur Sikka, 74 Babi Mati, Paling Banyak dari Nita

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 467 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika kini menggenpur Kabupaten Sikka. Setidaknya sudah 74 ekor babi yang mati diserang ASF.

Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan menyebut kasus kematian ternak babi paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Nita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hingga 31 Januari 2024, jumlah babi yang mati diserang ASF sebanyak 74 ekor. Paling banyak, 66 ekor, terjadi di Desa Nita Kecamatan Nita,” jelas Yohanes Emil Satriawan, Selasa (6/2).

Baca Juga :  Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selain di Desa Nita, ASF juga menyerang 8 ekor babi di berbagai desa dan kelurahan pada kecamatan lainnya di Kabupaten Sikka.

Dia menyebut 4 ekor babi di Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat, 1 ekor babi di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat, 2 ekor babi di Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok, dan 1 ekor babi di Desa Manubura Kecamatan Alok Timur.

Baca Juga :  15 Hari Penuh Dedikasi, Operasi SAR Ditutup, 1 Warga Spanyol Dinyatakan Hilang

Yohanes Emil Satriawan yang biasa disapa Jemi Sadipun mengatakan kematian 74 ekor babi di Kabupaten Sikka, dipicu oleh peredaran daging babi yang sakit ke wilayah zona hijau.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru