Sumbangsih DBD terbesar yakni dari Puskesmas Kopeta dengan jumlah 62 pasien. Kemudian menyusul Puskesmas Beru 48, Wolomarang 43, Nita 41, Paga 24, Waipare 16, Nele 15, dan Kewapante 12.
Beberapa Puskesmas kontribusi di bawah 10 pasien, yakni Lekebai, Feondari, Wolofeo, Nanga, Koting, Teluk, Magepanda, Tuanggeo, Watubaing, Boganatar, Waigete, Hewokloang, dan Habibola. Sedangkan 3 Puskesmas sama sekali tanpa DBD yaitu Palue, Tanarawa, dan Mapitara.
Direktur RSUD TC Hillers Maumere Dokter Clara Francis berulang kali mengimbau masyarakat Kabupaten Sikka untuk terus memperhatikan kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan pola 3M.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia,” ujar dia.
Menurut Dokter Clara, kondisi cuaca seperti hujan dan panas yang tidak menentu, masih memungkinkan infeksi DBD tetap meningkat.
Hingga saat ini RSUD TC Hillers Maumere masih merawat pasien DBD. Jumlahnya bisa mencapai 20-30 pasien setiap hari. Sebagian besar adalah pasien anak, dirawat di Ruang Melati.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












