Koperasi sebagai sokoguru sepertinya hanya slogan pemanis, akibat ketidakmampuan Dinas Koperasi dan UMKM NTT menghadirkan seluruh perwakilan peserta dari kabupaten/kota di NTT.
Kegiatan peringatan Harkopnas Tingkat NTT lebih mengesankan penghamburan uang. Penjabat Bupati Sikka menyebut kegiatan yang betlangsung selama 5 hari ini menyedot anggaran dari Pemkab Sikka, Pemprop NTT, dan Gerakan Koperasi Sikka.
Pemkab Sikka sendiri mengalokasikan anggaran Rp 200 juta. Sementara anggaran dari Pemprop NTT hingga kini tidak diketahui. Begitu juga tidak diketahui berapa besar kontribusi anggaran dari Gerakan Koperasi Sikka.*** (eny)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Ikuti Kami
Subscribe












