Selanjutnya, sebesar 63,0% konstituen PKS mendukung Ansy-Jane, 18,3% mendukung Siaga, dan 9,2% mendukung Melki-Johni.
Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana Yohanes Jimmy Nami menyoroti pergeseran persentase elektabilitas yang terjadi antara Melki-Johni dan Siaga. Perpindahan terjadi karena irisan dari konstituen yang selama ini sudah bersama pasangan Melki-Johni tereduksi oleh kerja-kerja politik yang dilakukan Siaga.
“Misalnya basis-basis referensi kepartaian, basis Partai Golkar yang ada di TTS dan Kabupaten Kupang, cukup memberikan aksentuasi tersendiri ketika Siaga menyisir peta atau kantong-kantong partai pendukung Melki-Johni dengan isu-isu tertentu ditambah isu putra daerah. Di sini Siaga cukup memberikan potret sebagai seorang yang memberikan rasa patriotisme misalnya. Ada sense of pride. Ini memberikan tekanan tersendiri,” jelas Jimmy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada bagian lain, pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Rudi Rohi mengatakan ada temuan menarik, yakni para pendukung PSI tetap bersama Jane walaupun Jane sudah keluar dari PSI. PSI sendiri saat ini mendukung Melki-Johni. Sebaliknya, Partai Hanura yang mendukung Ansy-Jane justru pendukung terbesarnya mendukung Siaga.
“Ini menunjukkan fenomena yang menarik. Kendati begitu, partai politik pengusung utama seperti PDIP dan Partai Golkar, pendukungnya sebagian besar mendukung calon yang diusung partainya,” ujar Rudi.
Hal berbeda ada di Partai Nasdem yang mengusung Siaga. Berdasarkan hasil survei pendukung terbesar justeru mendukung Ansy-Jane.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












