Kemudian, PKB. Sebanyak 35,6% konstituen PKB mendukung Ansy-Jane, lalu 29,4% mendukung Simon-Adrianus, dan sebesar 19,2% mendukung Melki-Johni.
Selanjutnya, sebesar 63,0% konstituen PKS mendukung Ansy-Jane, 18,3% mendukung paket Siaga, dan 9,2% mendukung Melki-Johni.
“Ini menunjukkan bahwa pemilih di NTT, meskipun berasal dari konstituen partai tertentu, ternyata memiliki preferensi yang berbeda mengenai sosok pemimpin yang akan mereka pilih secara langsung. Hal ini berarti mereka melihat pada figur. Tidak terpengaruh dengan partai pengusung. Juga, pada sentimen etnis, agama ataupun gender,” terang Ansy Lema.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, pria berdarah Ende-Belu ini melihat bahwa basis suara dirinya memang berasal dari para nelayan, petani, dan peternak. Kondisi ini terlihat dari data survei yang mencatat sebanyak 38% pemilih yang berprofesi sebagai petani/peternak/nelayan memilih Ansy-Jane.
“Data ini adalah awal yang baik bagi saya dan Jane. Kami bekerja selama kurang lebih satu bulan setelah pendaftaran dan ternyata mendapatkan hasil yang baik,” ungkap Ansy Lema gembira.
Dia mengatakan tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Menurut dia, kesuksesan hanya dapat dicapai melalui kristalisasi keringat dan perjuangan.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












