Andmesh Kamaleng merupakan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya. Andmesh sudah menjadi tulang punggung keluarga sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sementara Mario Klau adalah anak seorang sopir angkot.
Andmesh dan Mario berjuang dengan gigih untuk mengejar mimpi sebagai penyanyi sukses. Keduanya berhasil tampil sebagai juara dalam ajang kompetisi menyanyi nasional.
Ansy Lema sendiri adalah seorang pejuang reformasi, aktivis mahasiswa 98 yang meruntuhkan rezim Orde Baru. Dia menggerakkan dan memimpin ribuan mahasiswa untuk menjatuhkan kekuasaan diktator Soeharto yang identik dengan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dua puluh lima tahun kemudian, Ansy Lema beralih dari parlemen jalanan menjadi anggota parlemen sungguhan dengan menjadi anggota DPR RI.
Kisah hidup yang inspiratif inilah yang menjadi alasan utama Mantan Anggota DPR RI ini mendatangkan Andmesh Kamaleng dan Mario Klau ke Kota Karang.
Menurut politisi 48 tahun itu, kisah hidup dua tokoh muda bermental pejuang dan berdarah asli NTT ini adalah sebuah inspirasi besar yang harus disampaikan kepada seluruh anak muda yang saat ini sedang berjuang mengejar mimpi mereka. Tidak ada kesuksesan lewat jalan pintas dan proses instan.
“Anak-anak muda harus memiliki jiwa petarung, jiwa pejuang. Untuk menjadi pemimpin harus mempunyai mental pemberani dan pantang menyerah. Ansy Lema, Andmesh Kamaleng, dan Mario Klau telah menunjukkan bahwa usaha dan doa akan menghasilkan sebuah kemenangan,” jelas Ansy Lema.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












