Setelah Nele, 4 kecamatan yang persentase partisipasi pemilih cukup tinggi yakni Koting 79,69 persen, Magepanda 74,71 persen, Lela 74,43 persen, dan Kangae 74,33 persen.
Berbeda lagi jika dilihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih. Kecamatan Alok tercatat sebagai penyumbang terbesar yakni sebanyak 7.667 pemilih, menyusul Alok Timur 7.231, Waigete 6.137, Talibura 6.063, dan Alok Barat 5.549.
Sementara 5 kecamatan yang jumlah pemilih paling rendah tidak ikut memilih yakni Nele 882 pemilih, Koting 1.057, Mapitara 1.729, Waiblama 1.894, dan Hewokloang 2.246.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari informasi yang dihimpun media ini, pada hampir setiap TPS terdapat paling sedikit 100 pemilih yang tidak menggunakan hak pilih. Hingga kini belum diketahui alasan rendahnya partisipasi pemilih dalam menyalurkan hak politik pada Pilkada Sikka Tahun 2024.
Beberapa alasan yang patut diduga antara lain pemilih yang melanjutkan studi ke luar Kabupaten Sikka, pemilih yang meninggal sebelum hari pencoblosan, pemilih yang tidak menerima C-Pemberitahuan, lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terlalu jauh, termasuk juga pemilih yang berkarakter golongan putih.
Sebagaimana diketahui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka Tahun 2024, telah berakhir pada Rabu (4/12) siang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












