Mantan Sekretaris BPKAD Sikka itu mengakui pernah menyampaikan kondisi ini pada saat Retret para Imam Katolik se-Keuskupan Maumere beberapa waktu lalu Retret ini, dihadiri juga Uskup Maumere. Dia sengaja membeberkan hal tersebut agar bisa menjadi perhatian Gereja.
Menurut dia, setelah Retret hasilnya cukup positip. Banyak Pastor Paroki yang menginformasikan jadwal pernikahan sekaligus identitas calon pasangan suami istri yang akan menikah.
“Biasanya ada staf yang langsung ke Gereja, bawa dengan Akta Perkawinan,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terhadap realitas penduduk status kawin yang belum memiliki Akta Perkawinan, Dispenduk Sikka menginisiasi sebuah gebrakan inovatif yang diberi nama Cinta Panas. Inovasi menggoda ini kepanjangan dari Cari Info, Terbitkan Akta, Pasangan Nikah, Akta Serahkan.
Untuk menggelorakan Cinta Panas, Dispenduk Sikka kemudian bekerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan baik unsur Katolik, Protestan, dan Islam.
Putu Botha mengimbau pasangan suami istri yang belum memiliki Akta Perkawinan untuk segera melengkapi dokumen tersebut sehingga tercatat secara resmi dalam administrasi kependudukan.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












