Maumere-SuaraSikka.com: Wilayah kerja Puskesmas Paga mencatat rekor miris pada masalah gizi tahun ini. Pasalnya, persentase gizi kurang dan gizi buruk pada tahun 2024 paling tinggi di wilayah itu.
Data dari Dinas Kesehatan Sikka jumlah balita gizi kurang pada tahun 2024 sebanyak 2.878 anak. Tahun ini bertambah 676 kasus, karena tahun sebelumnya berjumlah 2.202 kasus. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus, Sabtu (14/12), angka balita gizi kurang 2 tahun ini tergolong tinggi.
Dari 26 Puskesmas di Kabupaten Sikka terdapat kenaikan persentase kasus gizi kurang pada 13 Puskesmas. Sebaliknya terjadi penurunan pada 9 Puskesmas, dan 4 Puskesmas pada posisi stagnan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Puskesmas Paga merupakan salah satu puskesmas yang terjadi kenaikan persentase. Tahun 2023 dengan 12,5 persen atau 124 kasus, kini pada tahun 2024 menjadi 21,3 persen dengan 223 kasus.
Dari sisi persentase, Puskesmas Paga menjadi tertinggi di 26 Puskesmas dalam urusan balita gizi kurang. Berikutnya Puskesmas Watubaing dan Puskesmas Feondari dengan 17,5 persen.
Jika dilihat dari sisi jumlah kasus, sebenarnya balita gizi kurang paling banyak terdapat di Puskesmas Watubaing yakni 230 kasus, bertambah 77 kasus dari tahun sebelumnya 153 kasus.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












