

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka sudah masuk level darurat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pada tahun 2024 jumlahnya sudah mencapai 1.220 orang. Diperkirakan jumlahnya meningkat pada tahun 2025 ini.
Data yang direkam dari 25 Puskesmas di Kabupaten Sikka, menunjukkan Puskesmas Beru mencatat jumlah ODGJ paling tinggi yakni sebanyak 111 orang. Jumlah ini terdiri atas 84 ODGJ berat dan 27 ODGJ ringan. Wilayah kerja Puskesmas Beru meliputi 5 kelurahan yaitu Beru, Kota Baru, Wairotang, Nangalimang, dan Waioti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua Puskesmas lain dengan jumlah ODGJ di atas 100 yaitu Puskesmas Nita berjumlah 104 orang dan Puskesmas Waigete berjumlah 103 orang. Sementara jumlah ODGJ pada 22 Puskesmas lainnya berada di bawah angka 100.
Jumlah ODGJ paling sedikit terdapat di Puskesmas Palue dan Puskesmas Wolofeo, masing-masing berjumlah 6 orang. Bedanya, di Puskesmas Palue semua ODGJ tergolong berat, sedangkan Puskesmas Wolofeo terdapat 2 ODGJ ringan.
Dari 25 Puskesmas di Kabupaten Sikka, data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sikka menunjukkan jumlah ODGJ berat selalu lebih banyak dari ODGJ ringan. Kecuali di Puskesmas Feondari ODGJ berat 7 orang dan ODGJ ringan 13 orang.
Bahkan pada beberapa Puskesmas sama sekali tidak terdapat ODGJ ringan seperti di Puskesmas Boganatar, Habibola, Kopeta, Mapitara, Palue, Paga, Tanarawa, Tuanggeo, dan Watubaing.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












