“Panas tidak turun-turun, malah semakin tinggi. Waktu itu perawat dan dokter yang jaga langsung tangani. Diukur suhu tubuhnya ditanyakan juga kronologis dia panas. Waktu itu juga anak kami sempat diambil darahnya untuk dicek lebih lanjut. Kami kuatir karena takutnya demam berdarah,” ujar dia.
Canisa mengaku pelayanan di rumah sakit sangat bagus dan tidak ada kendala. Canisa mengatakan selama dirawat inap, perawat selalu mengecek suhu tubuh anaknya. Dokter juga setiap hari berkunjung untuk melihat kondisi dan perkembangan kesehatan anaknya.
Anaknya diperbolehkan pulang setelah benar-benar sehat.
“Jadi kalau ada isu dirawat dengan Program JKN hanya tiga hari saja, itu tidak benar. Buktinya anak kami dirawat hingga benar-benar sembuh. Kami juga tidak diminta biaya sepeser pun karena kami sudah jadi peserta JKN,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Canisa menceritakan juga pengalaman lain ketika mengakses layanan kesehatan. Seperti pada tahun 2011, suaminya terkena stroke dan harus dirawat di rumah sakit. Dia memastikan suaminya ditangani dengan baik oleh dokter dan perawat di rumah sakit, dan diizinkan pulang setelah dinyatakan sembuh.
“Obat, infus dan lain-lain semua dapat dari rumah sakit. Kami tidak pernah diminta biaya pengobatan,” terang dia gembira.
Sama halnya ketika dia melahirkan anak ketiga. Waktu itu dia melahirkan dengan lancar secara normal. Dan dia tidak mengeluarkan biaya karena menggunakan Program JKN.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












