“Besoknya petugas turun ke Kantor Desa Natakoli. Tapi tidak ada satu pun anggota Poktan Sina Rua yang hadir. Ketua Poktan yang notabene adalah Ketua BPD Natakoli juga tidak datang. Bahkan Kantor Desa terkunci,” jelas Inosensius Siga.
Inosensius Siga menambahkan pada tahun 2024, Penjabat Kepala Desa Natakoli bersama anggota BPD Natakoli dan pengurus Poktan Sina Rua mendatangi Kantor Dinas Pertanian Sikka dan mempertanyakan hand traktor bantuan Julie Laiskodat.
“Waktu itu saya sarankan agar kumpulkan semua anggota Poktan, jadwalkan pertemuan, kami naik ke Natakoli. Mereka setuju. Tapi sampai hari ini tidak ada informasi dari mereka,” jelas Inosensius Siga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Siap Tanggung Jawab
Sekdis Pertanian Inosensius Siga mengatakan kasus hilangnya hand traktor menjadi pembelajaran yang berarti bagi Dinas Pertanian Sikka. Dia menyebut petugas kecolongan karena tidak mendata secara jelas identitas dua orang yang mengambil hand traktor tersebut, termasuk tidak mendokumentasikan foto waktu penyerahan kepada dua orang tersebut.
Fransiskus Muga memastikan masih mengingat baik wajah dua orang misterius tersebut. Karena itu, kata dia, jika semua anggota Poktan Sina Rua dikumpulkan, dia dapat memastikan dua orang tersebut benar anggota Poktan Sina Rua atau bukan.
“Kalau kumpul semua, dan mereka dua juga ada, saya bisa pastikan hand trakror ada di tangan mereka. Tapi kalau dua orang itu tidak ada, berarti hand traktor ini diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” ujar dia.


Ikuti Kami
Subscribe












