Untuk memastikan identitas dua orang tersebut, Fransiskus Muga sempat menanyakan nama Ketua Poktan dan jabatan di Desa Natakoli. Dua pertanyaan ini dijawab dengan benar. Fransiskus Muga pun yakin bahwa dua orang tersebut benar utusan Ketua Poktan Sina Rua. Bantuan pun diserahkan dan langsung diangkut menggunakan pikup berwarna hitam.
“Karena berita acara sudah ada, kami tidak buat lagi berita acara baru. Jadi petugas serahkan, dan mereka langsung angkut ke pikup,” jelas Inosensius Siga.

Berselang satu minggu kemudian, Ketua Poktan Sina Rua datang ke Kantor Dinas Pertanian Sikka untuk mengambil hand traktor. Kasus hilangnya hand traktor mulai terungkap sejak itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fransiskus Muga sempat memberi tahu bahwa hand traktor sudah diserahkan kepada dua orang anggota Poktan yang mengaku diutus Ketua Poktan Sina Rua. Namun Ketua Poktan Sina Rua membantah. Dia menerangkan tidak pernah mengutus siapa pun untuk mengambil hand traktor di Dinas Pertanian Sikka.
Saat itu, untuk memastikan keberadaan hand traktor, Dinas Pertanian Sikka berencana turun langsung ke Natakoli dan bertemu dengan semua anggota Poktan Sina Rua. Inosensius Siga meyakini dengan hadirnya semua anggota Poktan, petugas bisa memastikan dua orang yang datang mengambil hand traktor benar anggota Poktan atau bukan.
Dinas Pertanian Sikka dan Ketua Poktan Sina Rua bersepakat pertemuan bersama semua anggota Poktan dilaksanakan keesokan harinya di Kantor Desa Natakoli.


Ikuti Kami
Subscribe












