Kabupaten Sikka kini pun sudah menjadi tempat tujuan yang menawarkan layanan jasa pendidikan yang memadai. Menurut dia, pertumbuhan lembaga-lembaga pendidikan di Kabupaten Sikka kian hari kian pesat. Saat ini terdapat 6 perguruan tinggi, 28 SMA/SMK juga ratusan SMP dan SD. Dukungan pemerintah berupa beasiswa kepada 15 ribu lebih mahasiswa. Begitu juga layanan kesehatan gratis bagi warga masyarakat selama periode pemerintahan yang lalu pun terpenuhi.
Sektor primer pembangunan daerah berupa pertanian, kehutanan dan perikanan, kata dia, menyumbang PDRB terbesar di Sikka sebanyak 36,15 persen. Pertumbuhan ini didukung dengan pembangunan infrastruktur dasar pun terus bergerak maju. Akumulasinya membawa efek kepada pengentasan kemiskinan. Data menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2024 prosentase penduduk miskin di Kabupaten Sikka sebanyak 11,89 persen menurun dari 13,82 persen pada tahun 2018.
“Kita semua sepakat kalau kemajuan pembangunan suatu daerah tentu didukung sistem pengelolaan keuangan yang menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas, partisipatif, disiplin anggaran, berkeadilan, efisien dan efektif. Hal ini terbukti dengan penilaian yang dilakukan BPK yang memberi opini Wajar Tanpa Pengecualian kepada Kabupaten Sikka sebanyak 9 kali berturut-turut,” ujar dia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perspektif pendekatan teknokratik, politik dan partisipatif, Stef Sumandi meyakini sungguh bahwa ini semua berkat kekuatan rakyat, dukungan pemerintah, DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, BUMN/BUMD, lembaga swasta, dunia usaha, pers, institusi keagamaan, serta berbagai stakeholder lainnya yang terus bergotong-royong membangun masyarakat dan Kabupaten Sikka.
Problem Klasik
Stef Sumandi mengatakan pembangunan di Kabupaten Sikka semakin maju. Namun, justeru itulah menjadi tantangan ke depan. Menurut dia banyak sektor belum mencapai target ideal sesuai cita-cita pemimpin daerah ini dan harapan rakyat yang telah memberikan mandatnya.
“Masih terdapat banyak problem klasik yang harus diselesaikan segera,” sentil dia.


Ikuti Kami
Subscribe











