Terdesak dengan argumentasi-argumentasi yang lemah, akhirnya Kadis PMD Lambertus Sol Keytimu terpaksa berbicara apa adanya. Dia berharap kejujurannya bisa mengubah pikiran dan pendapat anggota Banggar.
“Saya harus jujur, kegiatan sudah dijalankan, perjalanan dinas ke IKN. Mohon pengertian dari Bapak Ibu anggota Banggar,” ungkap dia.
Sikap jujur Lambertus Sol Keytimu ternyata tidak meluluhkan pendapat anggota Banggar. Yosep Don Bosko malah menyebut Kadis PMD itu terlalu berani melakukan sesuatu yang tidak tertuang dalam DPA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan bikin dulu baru datang minta uang di kami. Saya tidak setuju. Kita ini omong Maumere Baru, tapi kebiasaan yang lama masih saja pakai, nanti baru suruh Kadis datang ngemis,” tegas dia.
Persoalan menjadi rumit karena penjelasan Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera justeru berbeda dengan penjelasan Kadis PMD Lambertus Sol Keytimu. Menurut Sekda Sikka, usulan tambahan dana tersebut untuk membiayai kegiatan perjalanan dinas Ketua TP PKK ke Kupang dalam rangka kegiatan PAUD. Perjalanan dinas dimaksud sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
Dengan penjelasan yang berbeda-beda dari pemerintah, akhirnya Banggar DPRD Sikka sepakat menolak usulan tambahan dana Rp 54.890.000 untuk TP PKK Sikka. Palu diketuk, dan Lambertus Sol Keytimu pun terdiam.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












