Pimpinan DPRD Sikka yang berjumlah 3 orang, tidak ada saat Ivan Baba Djoedye melakukan aksi. Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa yang berada di Gedung DPRD Sikka sejak pagi, sudah meninggalkan rumah rakyat itu sebelum terjadi aksi unik tersebut.
7 Tuntutan
Aksi yang dilakukan Ivan Baba Djoedye awalnya direncanakan pukul 10.00 Wita, lalu ditunda pukul 11.00 Wita, tapi kemudian baru dilaksanakan sekitar pukul 12.39 Wita.
Sebuah dump truk berwarna kuning dengan nomor kendaraan EB 8511 BK tiba di pintu gerbang DPRD Sikka. Terdapat 2 pintu gerbang, bagian selatan terbuka dan bagian utara tertutup. Dump truk parkir persis di depan pintu gerbang selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ivan Baba Djoedye kemudian turun dari dump truk, lalu bersama sopir naik ke atas bodi dump truk untuk menempelkan baliho yang berisikan 7 Tuntutan Forum Rakyat Resah dan Gelisah Kabupaten Sikka.
Usai itu, sopir dump truk langsung menurunkan bebatuan di depan gerbang. Batu-batu dengan ukuran variasi tampak menutup akses jalan yang sering digunakan untuk masuk keluar kendaraan bermotor, baik itu pegawai Sekretariat DPRD, Pimpinan dan Anggota DPRD, termasuk juga Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran birokrat dan masyarakat.

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha sempat menanyakan alasan Ivan Baba Djoedye membuang waktu di pintu gerbang DPRD Sikka. Dengan gaya diplomatis, Ivan Baba Djoedye beralasan sudah melaporkan aksi tersebut ke Polres Sikka.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












