



Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi PDI Perjuangan mengkritisi implementasi program unggulan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Dua program unggulan yang dikritisi yaitu 1 keluarga miskin ekstrim 1 sarjana dan rumah layak huni.
Menurut Benediktus Lukas Raja, Fraksi PDI Perjuangan memandang bahwa program unggulan seharusnya menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar penanda arah kebijakan di atas kertas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ukurannya sederhana, apakah program tersebut mampu mengubah kondisi hidup masyarakat secara nyata, atau hanya berhenti sebagai capaian yang nyaman untuk dilaporkan,” kritik dia saat menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi atas LKPJ Bupati Sikka Akhir Tahun 2025, Jumat (27/3).
Fraksi PDI Perjuangan menyinggung program 1 Keluarga Miskin Ekstrim 1 Sarjana. Dalam pandangan Fraksi PDI Perjuangan, kata Benediktus Lukas Raja, pelaksanannya masih belum mencerminkan skala persoalan kemiskinan yang dihadapi daerah ini.
Benediktus Lukas Raja lalu mengungkit alokasi anggaran beasiswa penuh tahun 2025 sebesar Rp 1,5 miliar. Namun yang terealisasi hanya sekitar Rp 455 juta untuk 75 mahasiswa miskin ekstrim. Kondisi ini. kata dia, menunjukkan bahwa perencanaan dan eksekusi program belum berjalan optimal.
Padahal, secara konseptual, program ini sangat strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Namun tanpa perluasan jangkauan, penguatan basis data, serta keterkaitan dengan dunia kerja, program ini berisiko hanya menjadi intervensi terbatas yang dampaknya tidak bergaung luas.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












