Persami Maumere memiliki banyak peluang untuk memenangkan pertandingan, namun penyelesaian akhir yang tidak maksimal mengakibatkan tim tuan rumah harus mengakui kemenangan Perse Ende.
Drama Adu Pinalti
Laga antara Perse Ende dan Citra Bakti Ngada berjalan seru sepanjang 2×45 menit. Dua tim perlu kerja keras untuk menyarangkan bola ke gawang lawan. Namun kokohnya barisan pertahanan, membuat gawang Perse Ende dan Citra Bakti Ngada tidak kebobolan.
Pertandingan pun dilanjutkan dengan adu pinalti. Drama ini mendebarkan ribuan penonton yang memadati Gelora Samador da Cunha Maumere. Wenseslaus Kenge mengawali eksekusi secara baik. Bima Marzuki mengimbangi. Citra Bakti Ngada memimpin melalui sang kapten Albertus Roga. Namun dibalas apik Rangga Saputra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Petaka datang pada penendang ketiga. Atonius Yanuar Bengu selaku penendang ketiga gagal mengeksekusi. Bola datar yang diarahkan hanya membentur tiang gawang dan mental keluar. Perse Ende tidak mampu mengkudeta. Orian Tores Henuk pun gagal. Tendangannya melebar dari gawang. Uniknya dua eksekutor yang gagal ini mengenakan nomor punggung 12.
Viktorius Justicius Due kembali membuat Citra Bakti Ngada unggul. Muhamad Zakwan yang lihai tendangan bola mati menyamakan kedudukan.
Pemain pengganti Samuel Arsavin Due sangat tenang merobek gawang Perse Ende. Lagi-lagi Perse Ende membuat imbang melalui Hugo Apriano Gisepe Parus.
Lima penendang pertama berakhir imbang 4-4. Drama seru ini pun dilanjutkan. Krisantus Nonga Dopo membawa Citra Bakti Ngada unggul. Namun pemain pengganti Perse Ende Aluiso Marchen Ruas tidak mau kasih kesempatan kepada lawan bersenang-senang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












