Bupati Sikka lalu mengajak seluruh ASN menjadi motor penggerak pembangunan. Beberapa catatan keras dia sampaikan secara gamblang, menghentak isi Aula Nawacita yang dipadati antara lain oleh mantan Bupati Sikka, mantan Wakil Bupati Sikka, dan mantan Sekda Sikka.
“Jangan menjadi penonton pembangunan. Jadilah pelaku. Jangan hanya melihat persoalan. Hadirlah membawa solusi. Jangan hanya melihat kekurangan. Mari kita temukan peluang dan terobosan,” tegas dia.
Bupati Sikka menginginkan seluruh ASN membangun satu kesadaran bahwa keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai oleh satu orang, satu dinas, atau satu kelompok. Dia menegaskan bahwa Kabupaten Sikka tidak akan maju kalau setiap orang bekerja sendiri-sendiri. Justeru sebaliknya, menurut dia, Kabupaten Sikka akan maju apabila semua orang membangun kekuatan kolektif, semangat kolektif dan tanggung jawab kolektif.
Masih dengan “tamparan” serius, Bupati Sikka menegaskan bahwa Kabupaten Sikka membutuhkan ASN yang tidak hanya nampu bekerja, tetapi juga mampu bekerja sama, tidak hanya memahami aturan, tetapi mampu nenghadirkan solusi, tidak hanya menunggu perintah, tetapi memiliki inisiatif dan keberanian melakukan terobosan.
Dia mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah agar membangun lingkungan kerja yang sehat, terbuka dan kolaboratif, dengan memberikan ruang bagi ASN menyampaikan gagasan, berkembang, berinovasi dan menunjukkan prestasi.
“Mari kita bangun budaya kerja, ASN Sikka terus belajar, ASN Sikka terus bergerak, ASN Sikka terus berinovasi, ASN Sikka terus melayani,” ajak dia.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












