“Terima kasih untuk perhatian, doa, kepedulian, dan dukungannya selama ini. Almarhum Bapa pasti bersyukur bahwa bersama beberapa sahabatnya,
ia diberikan kesempatan dan kepercayaan dan akan dikenang dan dihargai bersama sama pada hari yang sama,” ungkap Ery Seda.
Frans Seda lahir di Lekebai Kecamatan Mego Kabupaten Sikka pada 4 Oktober 1926. Putra terbaik Kabupaten Sikka ini kemudian meninggal dunia di rumahnya di kawasan Pondok Indah Jakarta pada 31 Desember 2009. Jasadnya dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, pada 2 Januari 2010.
Setelah kematian Frans Seda, beberapa politisi PDI Perjuangan di Kabupaten Sikka mulai menggagas usulan Frans Seda menjadi Pahlawan Nasional. Gagasan ini terus diperjuangkan secara lebih meluas dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekilas tentang Frans Seda
Frans Seda merupakan seorang politikus, menteri, tokoh gereja dan pengusaha. Dia hidup dan berkarya dalam 3 zaman berbeda, yaitu Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi. Dia belajar di Kolese Xaverius Muntilan dan HBS (Hollandsche Burgerschool) di Surabaya, lalu meraih gelar sarjana ekonomi dari Katolieke Economische Hogeschool, Tilburg, Nederland pada tahun 1956.
Presiden Sukarno memberikan kepercayaan kepada Frans Seda dalam jabatan Menteri Perkebunan (1964-1966) pada usia 38 tahun. Selanjutnya menjadi Menteri Pertanian (1966).
Kemudian pada masa Presiden Soeharto, dia memegang jabatan Menteri Keuangan (1966-1968) dalam keadaan keuangan Indonesia di awal Orde Baru yang sangat tidak baik.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












