Prestasi Frans Seda yang layak diapresiasi pada masa itu yakni mampu membawa ekonomi Indonesia ke arah yang lebih stabil setelah didera inflasi hingga 650%, mengarahkan Indonesia kembali dalam pergaulan masyarakat internasional, menerapkan kesatuan penganggaran pemerintah pada Kementerian Keuangan serta menerapkan model anggaran penerimaan dan belanja yang berimbang. Dua hal penting yang hingga kini masih diterapkan dalam dunia keuangan Indonesia.
Selanjutnya, Frans Seda dipercaya sebagai Menteri Perhubungan (Pengangkutan, Komunikasi, Pariwisata, 1968-1973). Dia merintis penerbangan dan pelayaran perintis di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Indonesia bagian Timur, serta beberapa kawasan wisata unggulan seperti di Nusa Dua, Bali.
Sesudahnya Frans Seda kemudian mendapatkan sederet jabatan di berbagai bidang, seperti Duta Besar Republik Indonesia di Brussels untuk Masyarakat Ekonomi Eropa, Duta Besar Kerajaan Belgia dan Luksemburg (1973-1976), anggota Dewan Pertimbangan Agung (1976-1978), dan anggota Dewan Penasihat Dewan Pengembangan Kawasan Tumur Indonesia (DP-KTI) di bawah pimpinan Presiden Soeharto kemudian dilanjutkan oleh Presiden BJ Habibie (1996).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Frans Seda juga pernah menjadi Penasihat Presiden BJ Habibie untuk bidang ekonomi (1998), dan selanjutnya pada tahun 1999 menjadi Penasihat Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri yang kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia.
Dalam bidang politik, dia pernah menjadi Ketua Umum Partai Katolik (1965-1971), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mewakili golongan Katolik (1960-1964), dan anggota Dewan Penasehat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) sejak 1971, (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), dan selanjutnya sejak 1997 menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan.
Dalam bidang pendidikan, Frans Seda adalah Pendiri dan Perintis Yayasan Atma Jaya dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) yang juga tercatat sebagai Dekan pertama Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (1961-1964) sekaligus Rektor pertama Unika Atma Jaya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












