Bupati Sikka Sadar Kurang Komunikasi dengan DPRD, Lalu Minta Maaf

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 Juni 2021 - 14:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 17 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Kerja dengan agenda pinjaman daerah antara DPRD Sikka dan Pemkab Sikka, Selasa (15/6)

Suasana Rapat Kerja dengan agenda pinjaman daerah antara DPRD Sikka dan Pemkab Sikka, Selasa (15/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyadari kurang membangun komunikasi dengan DPRD setempat selama proses perjuangan mendapatkan pinjaman daerah. Dia pun meminta maaf atas hal tersebut.

Pernyataan Bupati Sikka disampaikan dalam forum Rapat Kerja antara DPRD Sikka dan Pemkab Sikka, Selasa (15/6), dengan agenda pembahasan pinjaman daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sungguh saya sadari bahwa ada sesuatu yang kurang yakni komunikasi. (Dari tempat ini) Saya minta maaf,” ujar Bupati Sikka dengan suara lembut.

Mantan Camat Nele ini beralasan waktu berjalan begitu cepat, sementara rencana kegiatan sangat banyak.

“Kegiatan-kegiatan harus dikaji, turun ke lokasi, review, pekerjaan rumit, sibuk, sampai lupa komunikasi. Kami fokus ke persyaratan (pinjaman daerah), sampai lupa menyampaikan ke DPRD,” alasan dia.

Pernyataan permohonan maaf ini disampaikan, setelah sebelumnya Bupati Sikka mendadak emosional hingga menghubung-hubungkan pinjaman daerah dan Pilkada 2024.

Tanpa alasan jelas Bupati Sikka menantang taruhan Ketua Fraksi Partai Gerindra pada Pilkada 2024 mendatang.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

“Pinjaman tidak jadi, juga tidak apa-apa. Saya tidak ambisi dengan 2 periode. Silakan Pa Stef Say jadi Bupati. Kalau (pinjaman) gagal, kita taruhan, Pa Stef jadi Bupati atau saya yang terpilih lagi. Pinjaman gagal, Bupati akan hancur, saya tidak akan hancur,” sergah dia.

Soal rendahnya komunikasi antara eksekutif dan legislatif sempat disinggung anggota Fraksi PDIP Alfridus Melanus Aeng.

Politisi PKPI Sikka itu berpendapat pemerintah kurang terbuka memberikan informasi kepada DPRD Sikka. Akibatnya menimbulkan banyak perbedaan cara pandang tentang pinjaman daerah.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau Bupati bilang jangan kuatir, justeru saya kuatir. Ini beban daerah, jadi harus kuatir,” tegas anggota dewan empat periode itu.

Alfridus Aeng memberi contoh soal mekanisme pencairan pinjaman daerah. Hingga sekarang DPRD Sikka tidak pernah tahu seperti apa mekanismenya.

Dia juga menyentil jangka waktu penyelesaian 148 kegiatan yang bersumber dari pinjaman daerah.

“Kalau ini tahun tunggal, apakah bisa diselesaikan tahun ini? Langkah-langkah apa yang disiapkan pemerintah? Karena bagaimana pun kita tidak harapkan kegiatan yang direncanakan jadi mubazir dan tidak bermanfaat untuk masyarakat,” ujar dia.

Baca Juga :  Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva menanggapi penjelasan pemerintah soal suku bunga. Kesan dia, masih ada ketidakpastian yang berujung kepada kekuatiran.

Mantan Kepala DPPKAD Sikka ini juga menyinggung keterangan pemerintah terkait bahwa finalisasi pinjaman daerah baru diketahui pada saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Kita buang waktu bicara lama-lama di sini, karena kita tidak tahu PKS seperti apa. Kalau faktanya lain, siapa yang bertanggungjawab,” ujar dia.

Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi juga menilai masih ada perbedaan informasi terkait suku bunga. Meski demikian, kata dia, finalnya sesuai perhitungan PT SMI.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say juga menyayangkan informasi yang simpang-siur terkait pinjaman daerah. Menunggu waktu 15 hari ke depan untuk penandatanganan PKS, katanya, semuanya tidak jelas.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA