
Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka mulai kewalahan, menyusul terbatasnya daya tampung pasien Covid. Dikabarkan ruang karantina terpusat dan isolasi pun sudah penuh pasien.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis yang dihubungi media ini, Kamis (1/7), membenarkan hal fakta tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk hari ini, kata dia, Ruang Isolasi Covid RSUD TC Hillers dengan daya tampung 15 pasien, semuanya sudah terisi. Demikian pun Ruang Isolasi Covid IGD di rumah sakit itu, 15 tempat tidur yang disiapkan, sudah ditempati pasien Covid.
Satgas Covid Sikka masih mengandalkan dukungan dua rumah sakit swasta. Untuk sementara di Ruang Isolasi RS Santa Elisabeth Lela, dari 12 tempat tidur yang disediakan, sudah terpakai 6 tempat tidur.
Sedangkan di Ruang Isolasi Covid RS Santo Gabriel Kewapante, hingga hari ini belum difungsikan. Menurut Clara Francis, sedang ada perbaikan pada ruangan skrining. Kemungkinan 1-2 hari sudah bisa dimanfaatkan.
Selain ruangan isolasi pada sejumlah runah sakit, Satgas Covid Sikka juga memaksimalkan sejumlah lokasi karantina terpusat, seperti tiga bangunan di Jalan Alpokat Kelurahan Beru dan 1 ruangan di Kantor BPBD Sikka di Kelurahan Madawat.

“Untuk karantina terpusat, sampai hari ini menampung 60 pasien aktif,” ujar dia.
Mengantisipasi lonjakan kasus positip, kini BPBD Sikka sedang merehabilitasi sebuah bangunan milik Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM yang letaknya di samping Sikka Innovation Centre (SIC).
Bangunan ini akan dijadikan lokasi karantina terpusat untuk menampung orang terpapar Covid yang tidak bergejala. Diperkirakan bangunan ini dengan daya tampung 100 orang.
Hingga Rabu (30/6), tercatat 450 kasus positip aktif di Kabupaten Sikka. Fakta ini menunjukkan terjadinya penambahan 71 kasus, karena sehari sebelumnya, Selasa (29/6) tercatat 379 kasus.
Clara Francis mengingatkan warga masyarakat Kabupaten Sikka agar disiplin menegakkan protokoler kesehatan dengan Gerakan 5M.*** (eny)



















