
Maumere-SuaraSikka.com: Para dokter dan tenaga kesehatan dari 16 organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Sikka membentang spanduk di halaman Gedung DPRD Sikka, Senin (12/7). Isinya menyindir anggota DPRD Sikka Benediktus Lukas Raja atau Dicky Raja.
Spanduk-spanduk tersebut dibentangkan sesaat sebelum agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka. RDP digelar menyusul pernyataan kontroversial Dicky Raja yang dianggap mencederai dokter dan nakes di daerah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu spanduk bertuliskan “Kecewa dengan Kata-Katamu, Tidak Menyurutkan Pelayananku”.
Kalimat pada spanduk ini sedang viral pada dinding facebook usai pernyataan kontroversial Dicky Raja.
Hampir bisa dipastikan kalimat tersebut sebagai bentuk protes para dokter dan nakes yang kecewa dengan pernyataan Dicky Raja pada saat RDP bersama Satgas Covid Sikka, Jumat (9/7) lalu.
Di bawah kalimat itu, pada spanduk yang sama, terlihat beberapa tulisan lain, yakni “Covid Bukan Proyek, Covid Musuh Kami”. Lalu ada lagi “Nakes Tidak Urus Proyek”, dan “Tanpa Solidaritas Sulit Melawan Covid”.

Ada spanduk lain yang menulis “Proyek No, Pelayanan Yes”. Terkesan spanduk ini untuk membantah peryataan Dicky Raja yang menduga Covid diproyekkan untuk menghabiskan uang rakyat.

Satu buah spanduk lain berbunyi “Tolak Covid, Bukan Tolak Nakes, Butuh Support, Bukan Komen Miring”.

Spanduk lain mempertegas soal insentif nakes dan motivasi pelayanan. Bunyinya “Insentif Itu Penghargaan atas Kerja Kami, Bukan Tujuan Pelayanan Kami”.
Saat RDP bersama Satgas Covid Sikka, Dicky Raja menyinggung soal insentif nakes. Dia menduga pihak rumah sakit hanya mengurus Covid karena insentifnya besar.
Spanduk-spanduk yang dibentangkan menarik perhatian sejumlah petugas keamanan dan wartawan yang sejak pagi sudah berada di Gedung DPRD Sikka.*** (eny)



















