



Maumere-SuaraSikka.com: Aparat kepolisian, Selasa (28/9), berhasil meringkus 8 terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Wologahar Pantai Desa Ipir Kecamatan Bola Kabupaten Sikka.
Kini semua terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Sikka. Penyidik telah mengambil keterangan dari mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terduga pelakum yang diamankan yakni SS, AN, BB, TDJ, MR, AND, AP, dan IR. Tiga orang di antaranya langsung dimasukkan ke dalam sel yakni TDJ, MR, dan AND. Sedangkan 5 yang lain diamankan di luar sel.
Tujuh terduga pelaku berasal dari Kecamatan Hewokloang. Mereka berasal dari Desa Keduwair, Hewokloang dan Kajowair. Sementara satu orang lainnya beralamat di Kelurahan Waioti.
Kapolres Sikka melalui Kapolsek Bola Ipda Muhammaddong menjelaskan pihaknya terlebih dahulu melakukan pengumpulan keterangan dan bahan untuk mendapatkan informasi terkait peristiwa tersebut.
Pada Senin (27/9), Kapolsek Bola bersama Kanit IV Sat Reskrim Polres Sikka Aiptu Rudy Hartono dan tim, melakukan pulbaket di Desa Umauta Kecamatan Bola, Desa Kajowair dan Desa Hewokloang.
Sehari sesudahnya, tim mendapat informasi bahwa diduga pelaku pembunuhan berasal dari Riitdetut Desa Kajowair dan Desa Hewokloang.
Dalam perkembangan selanjutnya, polisi mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku sedang berada di salah satu rumah terduga pelaku. Polisi kemudian meringkus mereka tanpa ada perlawanan.
IR, 18 tahun yang ditemui di Mapolres Sikka, Rabu (29/9), mengaku usai peristiwa tersebut dia sempat kembali ke kos di Kelurahan Kabor Kecamatan Alok.
“Kemarin dapat telpon dari teman (salah satu terduga pelaku, Red), dia minta datang ke rumahnya. Sampai di sana polisi sudah ada. Kemudian kami semua dibawa ke sini,” jelas dia.
Sebelumnya diberitakan seorang pemuda asal Kecamatan Doreng di Kabupaten Sikka, Minggu (26/9) malam, ditemukan tewas di jalan raya, tepatnya di Wologahar Pantai Desa Ipir Kecamatan Bola.
Pria berusia 17 tahun ini, kemudian diketahui bernama Yoris, beralamat di Dusun Habibola Desa Waihawa.
Dari video yang diterima media ini, korban mengenakan baju berwarna kuning dan celana pendek berwarna biru.
Wajahnya tertelungkup ke aspal. Baju dan celana penuh dengan darah. Tampak terlihat bekas tikaman pada punggung belakang kanan dekat bagian perut.
Kapolsek Bola Iptu Muhamaddong memastikan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/9) sekitar pukul 23.30 Wita.
“Ya benar, telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Kami masih kumpulkan bahan keterangan,” jawab Kapolsek Bola yang dihubungi Senin (27/9) dinihari.
Muhammaddong menjelaskan pihaknya telah menerima laporan resmi pada Senin (27/9) pukul 05.00 Wita oleh seseorang bernama Hilarius Arianto, warga Dusun Habibola Desa Waihawa.*** (eny)















